Sampai kapan kau membatu
Tak tahu atau pura-pura tak tahu
Bernafas seolah tak peduli
Oksigen milik bersama
Kau gudangkan dia seolah kau penguasa
Sampai kapan kau mati rasa
Tak berasa atau pura-pura tak merasaTertawa seolah tak peduli
Ada semut yang kau injak
Merintih, miris melihatmu
Sampai kapan kau masa bodoh
Bodoh atau pura-pura bodoh
Berilmu tapi tak santun
Tak kau hiraukan adanya
Sampai kapan kau buta
Melihat tapi tak tahu
Ada kau dalam doanya
Ada kau dalam harapnya
Ada kau dalam mimpinya
Kalau bukan aku, lantas siapa?
Sudah berkali kucerita
Sudah bosan ku berceloteh
Kini ku sudah lelah
Lelah melelehkan batu kerasmu
Lelah kuberdongeng
Aku tahu aku milikmu
Tapi dia milikku
Jika kau tahu apa?
Apa inginku?
Kita rangkul semuanya
Bersama, beriringan
Dan itulah senyumku sesungguhnya
Sebuah coretan tentang kepedulian
Disadur dari sebuah pemandangan memilukan


