Aku dan Adikku

Posted: September 5, 2008 in Cerita-cerita

AKu dilahirkan dengan dua bersaudara. Dewi Kristina nama Adikku. Ehm, nama yang memiliki makna yang mengandungg harapan yang besar. Seorang DEwi yang mempunyai pemikran setajam “Keris”. Munkgin kurang lebihnya seperti itu. Program keluarga berencana sukses diterapkan oleh kedua orang tuaku. MEskipun sebenarnya bapakku pengen memiliki seorang putra, namun dengan kehairan kami berdua sebagai putri, tidak mengurangi sedikitpun rasa syukur padaNya. YA, andai boleh memilih, aku pun memilih untuk memiliki banyak saudara. AKu ingin mempunyai keluarga besar yang sangat besar. Rupanya itu belum bisa terkabulkan untuk saat ini. Ndak papa, mungkin kelak, aku akan mewujudkan impian itu bersama suamiku. 11 Anak juga boleh, hehe…

Adikku kelas 2 SMP. SMP yang sama denganku dulu. AKu begitu menyayanginya. DAn begitupun sebaliknya. Meskipun masih kelas 2 SMP, dia begitu pengertian, mengerti aku, dan kadang-kadang, pemikirannya dewasa juga. Misalnya nie kalau aku lagi malas makan, atau lagi sakit. Dia selalu bersikap seolah-olah sebagai yang lebih tua. Banyak perbedaan di antara kami. Terutama dalam segi fiisk. Bayangkan saja, masih kelas 2 SMP, tapi postur tubuhnya lebih gede dia. Tingginya sama denganku, berat badannya lebih banyak dia, dan pokoknya dia lebih “kekar”, agak tomboy pula. AKu selalu tersiksa tiap kali tidur sama dia. Tiap kali badannya menimpa badanku, arghhhhh…sakit, rasanya sama halnya kejatuhan batu dari langit. BErat dan sakit semua badanku.

Oh ya, malsah ukuran baju. Yang bener saja, ukuran baju dia lebih gede dari pada aku. PErnah aku belikan celana buat dia. PAdahal kalau aku pake, its okay2 saja tuh. NAh, ternyata sangat tersiksa kalau dia yang make, ndak muat. Al hasil, kalau aku belikan celana lagi buat dia, aku belikan ukuran yang lebih gede dibandingkan aku. Misalnya aku beli ukuran 28, dia ku kasih 29 dah….Hehhehe…

Tapi nie kalau masalah di sekolah, duh bedanya jauh banget. SAmpe semua guru tuh pada protes ke aku tiap kali main ke sekolah. Disuruh jadi OSIS ndak mau, suruh ikut kemah males-malesan, ekstra kulikuler yang diikuti malah elektro, suruh karya tulis bingung, suruh bicara dikelas ndak seberapa aktif. Dan endingnya, ndak seberapa akrab deh sama guru-guru. DIa itu juga agak kalem cara berfikirnya. Tapi sebenernya dia itu ulet dan juga cerdas, tapi ya itu dia, kalau disuruh belajar agak males-malesan. Untungnya seh masih masuk 3 besar. CIta-citanya aja mau niru-niru aku jadi masuk satu besar. Wakakaka, belajar aja males, tp aku ga meragukan kemampuannya. AKu yakin dia juga bisa dengan caranya sendiri. Duh, aku sungguh merindukannya.Dia adalah amanah yang begitu berharga, aku akan menjaganya, aku akan memperjuangkannya, aku begitu menyayanginua.

Ini ada fotonya adekku ketika karnaval satu tahun yang lalu. dsc00002.JPG . Dia menjadi “bhineka” dengan adat jawa timur. Fotonya sama sekali ndak mirip aslinya. Aslinya lebih bagus. Hehehe…Ehm, ada yang bilang foto ini mirim sama “Semar Mendem”. Ga sopan nie yang bilang, awas sampe naksir sama adekku… :))Tahun ini dia mendapat kesempatan untuk menjadi atlit bulu tangkis. Justru dengan penampilannya ang sederhana, malah dia kelihatan cantik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s