Hari Raya Idul Fitri Tahun Ini…

Posted: October 14, 2008 in Cerita-cerita

Hari raya, jelas berbeda suasana dari tahun ke tahun. Tahun ini, lebaran serasa lebih cepat datangnya, puasa sebulan penuh ndak terasa. Sedih seh cepet berlalu dari indahnya nuansa Ramdhan. Tapi mau gimana lagi, hidup terus berputar. Alhamdulillah tahun ini, aku sekeluarga masih bisa bertemu kembali dalam kemasan hari yang fitri.

Sholat id bersama-sama menuju masjid, setelah itu dilanjutkan dengan silaturahmi dengan tetangga dan kemudian meluncur ke rumah nenek. Ehm, ada yang beda tahun ini. Nenekku cuman tinggal 1. Sedihnya, ndak akan ada yang pernah tahu umur seeorang memang. Lebaran kali juga terasa sepi, jalanan tidak sehiruk pikuk dan sesemarak tahun-tahun sebelumnya, Oh…inikah pertanda *???

Ini, yang paling berbeda!!! Sekaligus bikin sebel. Semua saudara dan sanak kerabat menanyakan perihal “calonku”😛 . “Lo, mana calonnya, kok ndak diajak ke rumah, kenalin sini sama saudara-saudara!!!” Huam, sepanjang sungkem mesti ada kata-kata itu. Bikin kuping ndak enak aja buat ngedengerin, hehe. TApi aku maklum seh, namanya cucu pertama cewek pula. Usia juga udah 21, wajar klo pertanyaan itu sudah muncul…. YA, cuman jawaban simple aja lah, “doain tahun depan ya, ruktin udah ada calon dan bisa bawa pulang ke rumah” hehehe… DAn yang terahir nie, ndak sopan banget, masak aku dikirain adek, dan adekku dikira aku. Dug dug, semua komentar aku lebih kecil dan adekku lebih gede….bahkan ada juga yang bilang kembar, jelas-jelas terpaut 7 tahun, kok bisa-bisanya lo yo….Sabar-sabar….

And the end, aku ucapkan “minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin buat semuanya, terutama buat pembaca blog ini🙂 “

Comments
  1. yulis says:

    seperti aku juga mengalami hal yang sama. sedih banget sangat orang-orang bertanya seperti itu palagi dibandingin ma adek2 sepupu yang udah pada punya calon. lebih sakit lagi saat keputusan untuk gak pacaran karena ingin menjga diri justru disalahkan karena dianggap sok alim dan suka pilih2. bukankah menikah itu seumur hidup?? pa kita harus asal milih seenaknya ja?? aku gak ngerti jalan pikiran mereka dan merekapun gak mau ngerti jalan pikiran aku. SABAR…SABAR…?!?!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s