HAsil UTS Kecerdasan Buatan

Posted: November 11, 2008 in Cerita-cerita

Wogh, ndak nyangka klo UTS nya dikoreksi silang di kelas. Aku sudah firasat buruk nie. Mending UTS nya tu dikoreksi sendiri aja ma ibunya, jadi ndak malu klo hasilnya jelekšŸ˜¦ . Oke deh, mau gimana lagi. Kpeutusan ibunya tidak dapat diganggu gugat. Koreksi silang. Kebetulan aku pegang punya anak yang pinter, jadi ndak usah repot-repot ngoreksi. Aku ndak bayangin anak yang kebagian ngoreksi hasil UTSku.

Aku sudah ndak tahu harus di taruh mana mukaku. MAna dipegang adek kelas pula. Huf malu banget aku dengan hasil kerjaanku. Setelah lihat jawaban yang ada di papan, keknya ndak ada jawabanku yang bener deh. DAri 3 soal itu aku ngerasa yang paling mending nomor 1 aja. Aku mulai tengok kanan kiri depan belakang, kali aja aku mengenali lembar jawabanku. Ketika pembahasan nomor 3, kepalaku mengarah ke sisi kanan depan. Dan ternyata ada seorang cowok berkacamata dan rambut agak keriting, sedang “menenteng” hasil ujianku. Aku kenal betul itu tulisan tanganku, pake bolpoin hijau dan tulisane acak-acak-an. TErutama soal yang nomor 2, jawabane “mbulet” plus panjang pula and the end tapi salah. Aku kenal dengan sebelah anak itu, namanya yoga. Dan aku tanya sapa nama anak yang pegang jawabnku, anugerah namanya. Duh, aku ndak kuasa melihat mukanya, ndak tega lihat wajahnya yang tampak bingung, aku ndak bayangin dia mau kasih nilai berapa buat jaabnku.

Well, aku rasa dia tahu namaku. KEtika aku melihat dia memeriksa jawabanku, kemudian dia noelh ke belakang, rasanya dia salting, mungkin ndak tega juga mau kasih nilai berapa. Duh, ini keknya aku berlebihan banget ndak percaya sama jawabanku sendiri.Ā  Wes pokoknya perasanku bener2 malu, dan lemes. Ya meskipun diluar aku tampak semangat dan tetep ceria, tegar, tapi sesungguhnya aku hatiku remuk gara2 Ai ini, malu banget. Sementara yang ada ditanganku jawabane sempurna. Sama persis dengan yang ada dipapan tulis, akhirnya aku kasih nilai sempurna 99,5. NDak bisa 100 karena ada sedikit sekali kesalahan.

Yeach, selesai sudah koreksi. Aku sebenrnya ndak mau tahu berapa nilaiku. Cuman ko ya penasara. Akhirnya aku beranikan untuk tanya. Dia baik banget tuh anugerah, blg gini, “ntr klo mbak mau protes nilainya ndak papa, ke ibunya langsung aja mbak.”. Padahal setelah aku tanya, “berapa nilaiku, bilang aja, jelek ndak papa kok”. Dia jawab, “71 mbak”. Wogh aku kaget banget, trus aku blg “hah!! 71?kok bagus banget, makasih ya”. Argh, akhirnya, gak seburuk yang aku bayangkan, Aku sudah bayangin dapat nilai D, eh ternyata masih bisa kepala 7. Duh, maksih, alhamdulillah…

Banyak hikmahnnya deh. Harus bener-bener denger penjelasan ibunya di kelas ni klo lagi kuliah jadi ndak kesusahan belajar klo mau ujian….Makasih ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s