Fenomena Sekolahku

Posted: February 10, 2009 in Cerita-cerita

LAmongan, 7 Februari 2008

Fenomena seputar pendidikan adalah hal yang selalu menarik untuk disimak. Rentetan peristiwa yang terjadi tidak bosan untuk dicermati. Dan naik turunnya prestasi yang dicetak memberikan nuansa yang penuh warna. Namun, ketika kualitas pendidikan mengalami penurunan dan kemunduran, rasa prihatin pun tak kalah hebatnya melanda kalangan para pendidik dan mereka yang peduli akan kemajuan pendidikan.

Well, aku akan menceritakan sekilas tentang fenomena yang aku jumpai. Peristiwa ini mengingatkanku pada sebuah film, lascar pelangi. Hari ini aku akan presentasi di sekolahku dulu. Sekolah yang membimbingku sejak 9 tahun yang lalu, SLTP N 2 Mantup Lamongan. Aku adalah generasi ke-4 sejak Sekolah itu mulai berdiri. Generasi pertama adalah siswa-siswa yang dipindahkan dari SLTP 1, dan itupun sudah meginjak kelas 3. Generasi kedua dimulai dari kelas 1, sehingga yang ada hanyalah kelas 1 dan 3. Generasi ketiga juga dimulai dari kelas 1, sehingga yang ada hanyalah kelas 1 dan 2. Baru kemudian muncul generasiku, yang melengkapi Sekolah itu, kelas 1, 2, dan 3.

Aku bangga dengan sekolahku ini. Meski baru 4 tahun berdiri, namun prestasi yang dihasilkan tidak kalah dengan prestasi sekolah yang sudah bertahun-tahun berdiri. Akhirnya sekolahku ini kemudian menjadi Rival dari SLTP N 1, sehinggga semangat untuk memacu prestasi semakin tinggi. Beberapa perlombaan sudah mulai diikuti. Para guru dan murid seolah kompak memiliki tujuan dan motivasi yang sama, memajukan sekolah. Aku merasakan betul aura semangat yang begitu membara. Para guru begitu semangat mengajar, dan para siswa juga sangat antusias datang ke sekolah untuk menimba ilmu.

Kondisi sekolah yang sederhana, tidak menjadi hambatan untuk terus belajar. Jalan-jalan menuju ke sekolah begitu rupawan. Apalagi kalau musim hujan, jalan licin, berair, becek, dan sangat berbahaya jika tidak hati-hati. Baju seragam yang sudah dicuci bersih dan disetrika sedemikian licin, bisa menjadi kusut dan kotor dengan melewati perjalanan menuju ke sekolah ini.

Namun, hal seperti itu tak sedikitpun mematahkan semangat kami untuk terus melaju ke sekolah. Hujan badaipun tidak pernah menjadi alasan untuk bolos sekolah. Semua kami jalani bersama dengan teman-teman sebaya yang setia kawan. Susah tapi senang. Semangat yang begitu tinggi mengalahkan segala-galanya.

Namun, ketika aku berdiri sekarang, di sebuah ruang komputer bersama siswa kelas 3. Aku merasakan banyak perubahan yang terjadi. 9 tahun yang lalu, ruangan ini adalah sebuah lapangan sepakbola yang becek dan ditumbuhi rumput-rumput liar. Di sebalah ruang komputer, berdiri kokoh sebuah laboratorium bahasa, yang 9 tahun lalu belum ada. Para guru sudah banyak yang memegang laptop. Banyak guru-guru baru yang menjadi pendidik di sini. Bisa disimpulkan, fasilitas yang ada di sekolah ini jauh lebih mapan dibanding masa-masaku dulu.

Aku, sebagai alumni SLTP N 2 ini, selalu mamantau perkembangan siswa-siswi yang menjadi generasi penerusku. Semenjak aku meninggalkan SMP, dan menjadi siswa SMA, gugu-guruku sudah banyak yang mengeluh akan mental dan kualitas siswa-siswi generasi dibawahku. Semakin hari semakin menurun, dan semakin susah mendidik murid untuk meraih prestasi.

Saat ini, aku beridiri di ruangan ini, dengan dengan harapan mampu menggugah semangat para siswa kelas 3, yang akan menempuh Ujian Akhir Nasional (UAN). Banyaknya fasilitas yang memanjakan mereka, membuat mereka semakin lengah dalam belajar. Pergi ke sekolah tanpa motivasi. Datang, duduk, dan pulang. Semua terasa hanya sebagai formalitas belaka untuk mencapai kelulusan. Niat dan usaha yang tulus, serta motivasi yang kuat tidak mereka miliki. Prestasi yang dicapai, kian hari kian menurun. Dan yang paling menjadi ketakutan para guru adalah, kelulusan ini menjadi puncak dari pendidikan mereka. Tidak ada kemauan untuk terus melanjutkan sekolah menuju jenjang yang lebih tinggi.

Kehadiranku di sini, diharapkan mampu menjadi sebuah trigger khusus bagi mereka sehingga kembali termotivasi untuk terus belajar, meraih prestasi yang lebih tinggi, dan selalu memiliki mimpi dan cita-cita yang tinggi. Aku berusaha semaksimal mungkin mengemas materi yang aku sampaikan agar menarik dan menyentuh hati mereka. Diramu dengan pengalaman-pengalaman serta perjuanganku selama ini, aku yakin selepas aku keluar dari ruangan ini, aku bisa membangkitkan semangat mereka.

Sharing informasi dan pengalaman, pemberian wacana seputar dunia luar, dan Tanya jawab pun dapat dilalui dengan lancar. Sayangnya, aku baru bisa menyampaikan hal ini kepada 2 kelas. Aku hanya bisa berharap, semoga masih ada kesempatan buat aku untuk selalu berbagi dengan sekolahku. Guru adalah pahlawan yang tak terlupakan, dan sekolah adalah tempat yang paling berjasa untuk mempertemukan guru dan murid.

Terakhir sebelum aku pulang, aku sempat berbincang dengan salah satu guruku. Beliau berkata bahwa, kualitas lulusan siswa sekarang ini tidak sepenuhnya bisa dibanggakan. Hasil yang mereka peroleh bukan mencerminkan kemampuan yang mereka miliki. Kebanggaan akan prestasi kelulusan siswa saat ini, sangat jauh dibandingkan dulu. Bisa dibilang, kelulusan hanyalah sebuah formalitas belaka. Hal ini mungkin disebabkan oleh adanya standart kelulusan dari pemerintah yang begitu tinggi, sedangkan para siswa banyak yang belum siap dan mampu untuk menjangkau nilai yang sudah ditetapkan. MAka tidak heran jika banyak media yang mempaparkan kecurangan yang dilakukan oleh sekolah-sekolah pada saat UJIAN dilaksanakan. Hal ini cukup sangat memprihatinkan bukan?

Comments
  1. auliya says:

    setelah lulus rencananya mo di surabaya aja atau pulang kampung? kali aja sembari ngajar di Almamater hehe…

  2. hehehe lihat aja ntr mbak…doakan yang terbaik deh

  3. yuswanjang says:

    mudah-mudahan semangat generasi seangkatan kamu timbul kembali pada generasi sekarang yang nota bene fasilitas di smp 2 mantup lebih memadai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s