Maryamah Karpov, Buku ke-4 Laskar Pelangi

Posted: March 2, 2009 in TulisMenulis

Buku Tetralogi Laskar Pelangi dapat dikatakan sukses dipasaran. Kehadirannya mampu menyita perhatian publik. Hingga meluncurnya buku yang ke-4, yang sangat dinanti-nanti oleh pengunjung ini, laskar pelangi masih dapat mempertahankan best-seller nya.  Buku ke-4 sangat dinanti oleh penggemarnya. Bagi mereka yang mengikuti ceritta dari awal, pasti tidak sabar membaca buku terahir yang berjudul Maryamah Karpov, Mimpi-mimpi lintang.

Ya, mak cik Maryamah KArpov adalah salah satu tokok yang pernah disinggung dalam buku pertama. Seorang janda dengan banyak anak, mempertahankan hidup dengan kondisi yang memprihatinkan. Beras untuk makan sehari-hari saja tidak punya. Suatu hari, MAk cik bertamu ke rumah ikal, untuk meminjam beras. Ikal yang tengah bermain dengan arrai di belakan rumah menyaksikan obrolan anatar Mak Cik dengan Ibu Ikal. Seketika itu pula, Arrai punya ide untuk memecah celengan mereka berdua. Kemudian keduanya bergegas ke pasar untuk membeli bahan-bahan pembuat kue. Bahan-bahan itu kemudian diserahkan kepada Mak Cik, agar digunakan untuk modal usaha berdagang Kue.

Pertama, aku pikir buku ke-4 akan membahas abis tentang Mak Cik ini. Dalam buku ini, MAk Cik adalah satu-satunya penjual Kue  Lho Pho terkenal di Belitong. Dan Nurmi, putrinya adalah pemain biola yang handal yang menghibur para pengunjung yang datang. Judl buku ini, sebenernya bukan hanya MAryamah Karpuh, tetapi lebih lengkapnya, ada “embel-embel” mimpi-mimpi Lintang. Ternyata, setelah membaca buku ini, isinya lebih mengarh pada perjuangan Ikal untuk menemukan cintanya, A-Ling. Perjuangan yang tidak yakin akan tercapai. Mulai dari mimpi-mimpi yang sangat tinggi, menemukan A-Ling di sebuah pulau batuan yang penuh dengan taruhan nyawa. Pulau ini sangat menjadi pantangan bagi penduduk Belitong. Setiap nelayan, ataupun siapapun yang menuju kesana, pastilah hanya pulang namanya saja.

Tambok, penguasa pulau batuan  itu, beserta ratusan anak buahnya, akan menyita seluruh harta dan kekayaan yang dimiliki siapapun yang melintasi pulau itu. Dan barang siapa yang melawan atau berusaha kabur dari tempat itu, maka siap-siap menempuh ajal. Ikal, hanya satu tujuan. Menemukan A-Ling yang diyakininya terdampar dipulau itu dan tak ada seorangpun yang bisa menyelamatkannya. Setelah mencari informasi yang cukup tentang pulau Batuan, disebuah tempat pembuatan perahu, Ikal mencermati perahu yang sangat kokoh yang sedang dibuat oleh pengrajin perahu setempat. Ikal pesimis, apakah dia bisa membuat perahu itu.  Namun,ada sebuah suara mengatakan bahwa Ikal akan sanggung membuat perahu bahkan yang ebih hebat dari perahu yang dilihatnya. Ya,Lintang, teman sebangku Ikal ketika di SD Muhammadiyah, tiba-tiba muncul di belakang Ikal. Lintang yang sudah menjadi pengusaha kelapa sawit yang sukses, mendengar kabar bahwa Ikal ingin membuat sebuah perahu dan semua orang menertawakannya.

Akhirnya, satu demi satu anggota askar Pelangi datang dengan tujuan yang sama, membantu mewujudkan mimpi Ikal untuk membuat sebuah perahu, tentunya dengan arsitek handal, si Lintang. Ilmuwan yang satu ini, bertugas melakukan perhitungan yang matang agar perahu yang dihasilkan memiliki kecepatan yang handal, yang tidak mampu ditandingi oleh anak buah TAmbok. Berbula-bulan berlalalu. Dan percayalah kawan, Buah paling manis dari berani bermimpi adalah kejadian-kejadian menakjubkan dalam perjalanan Menggapainya.

Perahu siap dilayarkan, berangkatlah 4 orang anggota. Ikal, Mahar, dan 2 orang belitong yang bertujuan untuk menumpang ke Singapura. Melawan angin barat yang sebentar lagi akan datang dan juga bahaya dari Tambok, adalah hal yang menjadi perhatian perjalanan ini. Akhirnya dengan bantuan Tuk Bayan Tula yang mampu ditaklukkan MAhar dengan radio semutnya, tim itu dikasih waktu hanya 3 hari untuk mencari tujuannya. Dan tidak lupa harus meninggalkan bekal-bekal dan kekayaan yang dimiliki. Detik-detik hari terahir, semua wilayah dibatuan sudah ditelusuri, A-Ling belum ditemukan. Ikal tidak putus asa, di wiayah terakhir inilah, A-Ling terkapar dalam kondisi lemah dan sakit. Kebahagiaan yang menerpa Lintang dan A-Ling karena mereka bisa dipertemukan setelah sekian lamanya, tak mampu dilukiskan dengan kata-kata sepanjang apapun.

Setiba di Belitong, beberapa hari kemudian, ada sebuah peristiwa yang sangat besar. Mak Cik Maryamah Karph penjual kue Lho Pho terenak, telah meninggal dunia. Seisi Belitong menangis dan sangat merasa kehilangan. Tak kan ada lagi penjual kue itu, karena tak ada generasi MAk Cik yang mau menjadi penerusnya. Beberapa bulan kemudian, akhirya A-Ling dan Ikal akan segera menikah. Namun, ayah Ikal tidak menyetujui keputusan Ikal ini. Dan Ikal tidak tahu alasan Ayahnya itu. Ikal berniat untuk membawa A-Ling pergi dan menikahinya meski tanpa persetujuan Ayahnya.

Ya begitulah akhir dari buku tetralogi Laskar Pelangi ini. Judul yang kurang sesuai dengan isinya. MEskipun tertera mimpi-mimpi Lintang, namun yang menjadi judul tetaplah Maryamah KArpov, yang sangat kurang dibahas dalam cerita ini…..Bagaimana pendapat pembaca sekalian?

Comments
  1. widya says:

    download gratisnya dimana??

  2. jhony says:

    gak kedengeran lagi gaung andrea biz pilem laskar pelangi.
    tetralogi yang gak tetra2 bgt.

  3. klo maslah download, saya ndak tahu, tapi salah satu temen saya ada yang punya pdf nya, saya ndak tahu dari mana, tapi katanya seh ndak lengkap.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s