Penjual Tirai Bambu

Posted: March 3, 2009 in umum

Menjelang magrib, aku melintasi daerah barat kampus ITS, lebih tepatnya sebelah kanan kampus PENS. Hujan mulai turun dan semakin lama semakin deras. Mendung tersasa gelap, angin bergerak semakin kencang. Dingin, hening, dan petir pun mulai menampakkan diri. Ini bukan kali pertamanya aku melewati daerah ini. Setiap kali pulang dari ngajar, aku selalu melintasi tempat ini, pada jam yang sama. Aku melihat dua orang pedangan Tirai Bambu sedang menjereng plastik dan membuat rumah-rumahan sederhana dari barang dagangannya itu. Sepeda tuanya dijadikan sandaran. DAn 2 orang itu masuklah di dalam sebuah gubuk buatan sementara itu.

Saat pertama kali melihat, aku hanya berfikir bahwasanya pedagang itu hanya singgah sesaat untuk melepas lelah di situ. Tapi ternyata ini adalah kesekian kalinya aku menjumpai mereka berdua. terkadang hanya seorang saja. Aku berasumsi bahwa pedagang itu memang sengaja mangkal di tempat itu. Bahkan mereka akan menghabiskan sepanjang hari hingga esok di sana. Mereka berjualan dan tidur di tempat yang sangat tidak layak itu. Sungguh memprihatinkan kondisi seperti ini. Hatiku sungguh pedih. Melihat dagangannya yang begitu terbatas dan tak kunjung habis, aku hanya bisa memandang dan memandang dari jauh. Aku tak berani mendekat, aku tak bisa melakukan apa-apa. Tak pernah aku menjumpai pembeli atau sekedar peristiwa transaksi jual beli di sana.

Ohh, berapakah penghasilan mereka? Cukupkah untuk menafkahi keluarganya? Bagaimana bisa mereka melawan dinginnya malam, mengusir nyamuk, dan binatang-binatang buas lainnya, menjaga diri dari siapapun yang berminat jahat sewaku-waktu?. HAnya Allah yang menjaga mereka. Sesekali aku melihat mereka bermain catur. Sesekali mereka ngobrol, dan sesekali mereka hanya berdiri melihat dagangannya.  Sementara aku? Apa yang bisa aku lakukan? Tak ada yang bisa aku lakukan hingga detik ini, tak ada.

Comments
  1. suikoden says:

    seandainya kamu punya uang dan kamu kasih mereka, sebelum itu juga mereka masih makan dan hidup…..kamu bukan Allah yang karena tidak punya uang, akhirnya menutup rejeki seseorang….

    jalan hidup masing – masing orang Allah lah yang mengatur, bukan karena kamu ataupun rejekimu…yang terjadi, kamu hanyalah tempat persinggahan rejeki mereka, entah yang buruk atau yang baik…..

    kalaupun kamu mau berdoa, doakanlah agar dirimu jalan lewat hal – hal yang baik bagi orang lain….

    apa yang terjadi atas diri seseorang, itu tanggung jawab dirinya sendiri, bukan orang lain….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s