Hati-hati Memilih Jilbab Paris Asli

Posted: November 20, 2009 in Cerita-cerita

Jilbab Paris tidaklah asing bagi para wanita berjilbab sekarang ini. Kemudahan dalam pemakaian, tidak licin, ringan, dan serat kainnya yang bagus membuat jilbab ini menjadi pilihan. Jilbab paris sebenarny sering dikenakan oleh kaum Arab, tapi entah kenapa namanya adalah Jilbab Paris. Namun seiring perkembangan pemakaiannya, akhirnya banyak muncul jilbab Paris dengan berbagai sebutan dan kualitas. Ada paris Japan, Paris Rabbani, Paris Malaysia, dan lain sebagainya.

Jilbab paris yang terdiri dari tiga tingkat kualitas, yakni KW1, KW2, dan KW3, kadang membingungkan beberapa kalangan. Hati-hati dalam melakukan pembelian jilbab ini. Banyak penjual yang bilang bahwa jilbab yang dijualnya adalah KW1, namun kenyataannya bukan KW1. Bagi mereka yang tidak mengerti, memang sulit sekali membedakan. Mahalnya harga bukan patokan. Pada dasarnya jilbab paris yang asli adalah paris Arabian. Ukurannya sedikit lebih lebar, kainnya tidak terlalu tipis, dan lembut. Khusus warna hitam, terdapat benang emang di sepanjang pinggiran jilbab. Paris Arabian ini masih mahal harganya jika dibandingkan dengan paris Japan atau yang lainnya. Biasanya paris Arabian dipakai tanpa menggunakan ikat/daleman rambut, karena tidak licin dan nyaman. Namun sebagian orang tetap menggunakan ikat juga (tergantung selera).
Berdasarkan pengalaman, saya sering menjumpai penjual yang tidak jujur dalam memasarkan jilbab mereka. Pertama, saya dapati jilbab yang saya beli luntur. Kedua, saya member warna hitam yang tidak ada benang emasnya (saya masih awam masalah jilbab paris). Ketiga saya membeli jilbab yang ada label made in japan (di sudut jilbab, ini harusnya termasuk golongan KW2). Hal ini saya alami ketia saya belum berjualan jilbab. Saya selalu berganti-ganti penjual. Dan yang terakhir, saya mendapatkan penjual Arab yang insya Allah jilbab Paris yang dijualadalah asli.
Akhirnya saya memiliki hobi jualan jilbab paris. Pada awalnya cuma sekedar beli dan banyak sekali teman yang menitip jilbab serupa. Akhirnya, sambil meneruskan hoby, saya memutuskan untuk terjun sebagai penjual.

Comments
  1. DeeAlf says:

    guaya bgt sich loch…..
    nampang2…
    he..he…
    piss sist…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s