Melakukan Yang Terbaik Yang Bisa

Posted: December 18, 2009 in Cerita-cerita, Kisah, motivasi

Sebenernya hidup ini cukup simple asal tahu kuncinya. Seminggu makan, mandi, tidur, di rumah sakit karena menunggu Paman yang sedang sakit, membuat saya benar-benar bersyukur dengan anugerah yang saya miliki hingga detik ini. Banyak orang terbaring lemah di rumah sakit dengan berbagai jenis penyakit. Mereka memiliki pelayanan yang berbeda-beda tegantung kemampun mereka dalam membayar. Sepulang dari rumah sakit, saya mengendarai motordari rumah sakit Lamongan menuju Surabaya, tempat perantuan seya selama  tahun lebih. Dengan kondisi yang masih ngantuk, saya yakin bisa mengemudi sepeda motor dengan baik-baik saja. Ternyata salah.

Sepanjang jalan saya tidak bisa menyingkirkan kantuk saya. Saya memutuskan berhenti di sebuah masjid. Sepi, tak ada orang sama sekali, dan jauh dari rumah penduduk. Keinginan untuk tidur sejenak pun urung. Akhirnya saya mengambil wudhu kemudian bergegas melanjutkan perjalanan. Setelah menempuh jarak yang cukup jauh, akhirnya tanpa saya sadari, sepeda motor saya tiba hampir menabrak sebuah took bangunan. Saya terkejut dan melek seketika.Alhamdulillah, saya masih baik-baik saja.

Saya melanjutkan perjalanan kembali dengan gemetar dan tanpa rasa kantuk. Tidak lama kemudian saya sudah sampai di daerah Cantik. Tanpa saya sadari, di jalan yang sempit dan begitu crowded, jalan dua arah dengan berbagai jenis kendaraan seperti angkutan umum, truk, sepeda motor, becak, sepeda, tiba-tiba saya sangat tidak sadar bagai terbangun dari tidur yang sangat nyenyak. Tiba-tiba sepeda motor yang saya kendarai berbelok menuju took pupuk dan Brukkkk, rem kaki saya menabrak batako kaki tiang bendera berbentuk trapesium. Yang lebih membut saya takjub adalah berjarak kurang lebih setengah meter di depan saya adalah sebuah truk besar, dan belakang saya adalah angkutan umum BP balongpanggang-Pasar Turi. Allahuakbar. Rem kaki bengkok dan sedikit kesleo di kaki tidak ada apanya disbanding mukjizat Allah yang demikian besar menyelamatkan saya dari marabahaya ini.

Kemarin, sore hari, sengaja mencari suasana baru. Hujan lebat campur angin dan petir, saya bersama brother sengaja keluar rumah. Tujuannya adalah ke klinik Pramita Darmawangsa mengumpulkan laporan Kerja Praktek, Galeri Indosat untuk registrasi kartu pasca bayar Im2 dan mengurus kartu starone ku yang dijambret (pas banget waktuku datang, ternyata 4 hari lagi kartuku sudah hangus, tidak bisa diselamatkan lagio, dan sedang dalam masa tenggang), dan tujuan terakhir harusnya ke WTC, ke nokia centre, servis Hp nokiaku yang baru 3 bulan beli sudah rusak, kemungkinan out of memory, sehingga semoa file ke reset dan hilang semua, tapi berhubung waktu yang tidak mencukupi akhirnya ridak jadi ke WTC.

Hujan lebat dan tidak kusangka di Jl. Kertajaya dibanjiri dengan mobil, sepeda motor, tukang becak, pedagang keliling pentol, buah, dll. Aku salut dengan semua orang yang di jalan itu. Mereka semua melakukan yang terbaik yang mereka bisa saat itu. Dalam kondisi banjir seperti itu, tidak masalah kami yang naik mobil, bisa santai di dalam mobil, bebas dari air hujan, dingin, banjir, dan juga terpeleset. Dari kaca mobil aku memperhatikan serorang bapak jualan pentol. Dengan sepeda tuanya, rombong pentol, dan paying di atasnya, menjinjing hingga ke lutut celananya. Bajir sudah membasahi separoh kakinya. Berkali-kali turun dari sepeda karena keseimbangan bersepeda tidak memungkinkan. Ku lihat tukang becak dengan 3 penumpang di atasnya, begitu gigih mengayuh becaknya agar tetap melaju. Dan banyak lagi para pengguna jalan dengan usahanya masing-masing melawan macet.

Akhirnya lambat-laun macet pun reda. Ternyata macet ini disebabkan oleh sebuah pohon besar yang tumbang. Aku tak tahu apakah ada korban atau tidak saat itu. Gergaji dan Mobil gede sedang mengangkut dan mematahkan ranting-ranting dan batang pohon untuk dibersihkan. Petugas melakukan yang terbaik demi kenyamanan pengguna jalan.

Sholat magrib berjamaah di mushollah gallery Indosat begitu aku nikmati. Aku bersyukur dengan segala apa yang aku miliki. Kita patutu bersyukur berlipat-lipat, toh banyak orang di luar sana yang jauh kurang beruntung dibanding kita hingga detik ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s