Awal Mula Aku Terdampar di Jakarta

Posted: January 11, 2010 in JakartaQ

Kamis, 31 Desember 2009.

Hari ini aku masih di Surabaya. Jam 8 pagi, ada telepon dari Pak Suhadi, yang mengabarkan bahwa aku diterima kerja di Mendiknas (Kementrian Pendidikan Nasional). Setelah sekilas mendengarkan penjelasan mengenai tanggal mulai kerja, salary, dan pekerjaan, akhirnya aku memutuskan untuk menerima posisi tersebut. Banyak pertimbangan yang sudah sejak seminggu yang lalu, ketika aku menerima telepon dari Pak Suhadi yang pertama, sehari sebelum aku mengirimkan CV. Jenis pekerjaan yang ditawarkan adalah aku banget, aku suka dan Pak Suhadi yakin bahwa aku mampu untuk posisi tersebut. Tidak gampang memang, tapi kalau semua sudah menjadi kesukaan, dan dijalani dengan senang hati serta ikhlas, maka tidak ada alasan untuk tidak mampu.

Baiklah, aku seneng campur kaget karena serba mendadak dan aku ndak membayangkan akan secepat ini meninggalkan Surabaya. Sudah ada agenda hari ini untuk ke WTC (World Trade Centre) untuk mengambil Hp ku yang aku servis di nokia center. Aku menuju kesana bersama Resti. Setelah dari WTC, aku menuju stasiun Gubeng. Sebenrnya bukan aku yang akan mencari tiket. Tapi Resti mau melakukan reservasi untuk perjalanan tes nya di Jakarta. Mengingat musim liburan natal dan tahun baru, harga tiket melonjak tinggi. Bukan hanya itu, namun tiket kereta sudah dilahap habis oleh para penumpang. Untuk tujuan ke Jakarta sebelum tanggal 4 Januari 2010, hanya tersisa 2 kursi dengan tipe Eksekutif, Argo Anggrek, tertanggal 2 Januari pukul 19.00 dan 1 kursi untuk jam 08.00. Melihat kondisi ini, akhirnya aku memutuskan untuk melakukan reservasi. Mahal memang, namun tidak ada pilihan lain. AKu harus tiba di Jakarta sebelum tanggal 4. Aku memilih kereta yang berangkat jam 8 malam.

Sepulang dari stasiun sudah lemes. Tidak menyangka aku harus cabut dari Surabaya tanggal 2. Padahal banyak hal yang harus dibereskan. Malam harinya, setelah magrib, aku bersama mbak Dian, mbak kosku yang baik hati, menuju ke Elisabeth. Aku bermaksud untuk membeli tas travel yang sudah aku cek sebelum aku menuju WTC bersama Resti. Setelah itu, aku memulai untuk melakukan paking. Paking yang harus dilakukan secepat mungkin, termasuk membereskan barang-barang yang harus diantarkan pulang ke rumah Lamongan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s