Hati-Hati dengan Taxi Jakarta

Posted: April 11, 2010 in JakartaQ

Beberapa hari yang lalu, aku ke Rumah Cantik Citra yang berlokasi di Tebet Jakarta. Bersama seorang teman kantor aku, aku kesana naik busway dan taxi. Perjalanan keberangkatan aman. Sampai akhirnya tratment selesai, sekitar jam 7 malam. Kepalaku terasa masing pusing, akibat kurang darah sepertinya. Akhirnya, karena aku dan temenku berlawanan arah, aku memutuskan untuk naik taxi. Pertimbangannya adalah biar cepat sampai dan segera bisa istirahat di kos. Selain itu sudah malam, aku takut kalau harus naik angkot dan busway sendiri. Akhirnya, aku memberanikan naik taxi.

Masuk ke dalam taxi, mulai ngobrol dengan Sopir taxi nya. Sebenarnya aku tidak mau mengobrol terlalu banyak. Namun sopir terus bercerita dan aku harus mendengarkan dengan rasa sakit kepala tak tertahankan. Ditambah dengan kondisi jalan yang sangat macet dan aku sudah mulai tidak tenang karena argo terus berjalan.

Kebiasaan burukku, aku cenderung tidak mengenali jalanan kalau malam sudah tiba. Argo sudah di atas Rp.30.000. Aku ingin segera berhenti. Aku pikir sudah sampai di halte dekat kos ku. Aku minta berhenti supaya tidak terlampau mahal. Malah supir taxi nya melaju terus dengan alasan dia akan melewati daerah Senopati, jadi tidak usah memperhatikan argo. Sudah tidak akan dihitung. Hem, aku sudah mulai curiga. Aku minta berhenti tapi malah diterusin. Sampai akhirnya aku tidak mengenali daerah itu. Aku minta berhenti. Aku bayar taxi dan aku mencari bajaj.

Abis taxi lalu bajaj. Hehe. Ternyata aku salah berhenti. Aku pikir aku sedang berhenti di apotik Semopati dekat kosku. Setelah mengobrol dengan tukang Bakpau, akhirnya aku baru sadar ternyata itu bukan apotek yang aku kenali. Kepalaku serasa mau pecah. Aku harus berjalan lumayan jauh untuk menuju apotek Senopati. Nah dari situ aku baru bisa deh naik bajaj menuju kosku.

Tips :

–          Mending tidak usah naik taxi kalau sendiri
–          Jika di dalam taxi kita ditanya, bilang aja orang Jawa tapi sudah lama di Jakarta. Biasanya naik busway dan angkot. Namun kali ini pengen naik taxi untuk melihat tarifnya
–          Hindari terlalu banyak ngobrol dengan sopir
–          Kenali daerah yang akan dituju
–          Kalau bisa, usahakan tidak MEDOK logat bicara kita, hehe…

Semoga bermanfaat🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s