ITP ku Sayang, ITP ku Malang

Posted: April 13, 2010 in Cerita-cerita

Beberapa hari yang lalu, aku membuka sebuah situs tentang beasiswa, http://www.depkominfo.go.id/. Saat itu, aku lihat deadline sudah menunjukkan H-7. Sementara untuk mengikuti beasiswa itu ada syarat nilai TOEFL ITP dan TPA sejumlah 550. Entah angin segar dari mana yang membuat aku tiba-tiba sangat antusias untuk mengikuti beasiswa ini. Selain nominal beasiswa yang menjamin, beasiswa ini khusus ditujukan untuk study ke Luar Negeri. Meskipun tidak ada pilihan ke Negara Jepang, aku masih bisa tetarik dengan beberapa negara seperti Australia dan Inggris.

Akhirnya tanpa pikir panjang, aku berusaha mencari tes ITP dan TPA yang dapat mengeluarkan sertifikat sebelum tanggal 5 April 2010. Tepat sekali. Setelah googling, akhirnya aku menemukan situs http://www.iief.or.id/. Sedangkan untuk TPA, aku sudah menghubungi Bapenas. Kedua lembaga ini memang sudah mengadakan kerja sama dengan Depkominfo untuk pengadaan tes yang waktunya memang disesuaikan dengan deadline pengumpulan berkas pengajuan beasiswa.

Aku memutuskan untuk langsung mendaftar dan segera survey calon TKP. Bersama seorang teman yang juga tertarik dengan beasiswa ini, aku berpetualang ke WISMA PKBI, tempat ITP akan berlangsung, dan Gedung Bapenas di Jl.Proklamasi. Heiya, perjalanan yang melelahkan. Panasnya Jakarta disertai polusi dan penatnya busway, membuat kepalaku pusing. Bahkan tukang bajaj pun sempat membawa kami ke tempat yang salah.

Keesokan harinya, aku mengikuti tes ITP. Aku hanya bermodal nekad dan berharap aku bisa nyontek temenku. Meskipun tidak berbakat nyontek, karena selalu nervous duluan ketika mau nyontek, dan pada akhirnya tidak jadi menyontek, namun kali ini aku optimis dan aku bener-bener niat mau nyontek. Bagaimana tidak? Persiapan yang sama sekali tidak ada, dan biaya tes yang lumayan mahal (Rp.300.000), harus aku pertaruhkan hari itu.

Yah, malang sekali nasibku. Ternyata ruangan tes dijaga oleh dua bodyguard yang serem, dan setiap peserta tidak boleh menukar nomor urut yang sudah diberikan. Argh, aku sudah pesimis sebelum perang. Aku yakin aku pasti tidak bisa mencapai skor itu. Hum, ya sudahlah, apa boleh buat. Aku harus 2 jam dalam kebosanan di dalam ruangan yang menyebalkan itu. Lagi-lagi aku seperti gambling. Aku mengerjakan dengan tidak serius dan sama sekali tidak yakin dengan pekerjaanku itu. Apalagi sesi Listening, sepertinya aku tidak mendengarkan sama sekali dan aku jawab sekenany.

Sebagaimana usahaku waktu mengerjakan, seperti itulah nilai yang aku hasilkan. Tanggal 3 hasil keluar dan di dalam sertifikat itu dicantumkan dengan jelas skor yang aku peroleh. 420, sangat memusakan bukan? Sementara temanku mendapat nilai sempurna, melebihi target, 563. Hohohoho….

Tidak berhenti sampai di sini. Ternyata aku sudah telat mendaftar tes TPA. Jadi, sekali lagi nekad untuk tetap mengirimkan berkas pengajuan beasiswa tanpa sertifikat ITP dan TPA. Sangat mustahil jika panitia melirik berkasku. Hehehe, tapi keajaiban itu mungkin saja terjadi, meskipun hanya 0. 00000001 persen.

ITP sayang, ITP ku malang. Next time, aku harus bisa membayar ini semua dengan nilai yang memukau, HARUS!!!! BISMILLAH!!!

Comments
  1. supri05 says:

    keajaiban itu ada..🙂

  2. insya Allah…heheh, jadi malu nie ma yg punya skor 563😛

  3. madna says:

    wah kayaknya bentar lagi ada yang mau ke luar negeri nih …. perlu siap2 untuk ditraktir nih …

  4. amien amien ya robbal alamin didoakan ke luar negeri…hahaha, btw ini madna siapa ya?

  5. madna says:

    liat blognya lah … kamu pasti juga tahu😀😀😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s