Guruku, Semoga Engkau diterima di Sisi Nya

Posted: July 12, 2010 in Cerita-cerita

Aku pergi menuju sebuah pemandangan yang indah. Sebuah ladang yang tiba-tiba menjadi danau yang indah dan sungai-sungai kecil nun jernih di sekelilingnya. Pohon-pohon dengan tataan yang begitu elok dan sejuk dipandang. Duhai indahnya. Siapa kiranya nian yang menyulap ladang yang tadinya biasa-biasa saja itu. Aku hadir di sana dengan beberapa teman dan salah satu profesor. Kami bercanda tawa, makan bersama dengan hidangan yang tidak kurang-kurang. Aku juga ingat, kami sempat mengambil air wudhu untuk menunaikan sholat bersama. Tempat yang unik, belum pernah aku jumpai sebelumnya.More...

Hadir juga beberapa kerabat. Entahlah, momen apa ini. Tiba-tiba di tengah peristiwa itu, lebih tepatnya bagaimana aku tidak tampak dengan jelas alurnya. Aku tiba-tiba lompat ke dalam sebuah kolam. Tapi aku sadar betul bahwa aku tidak bisa berenang. Namun entah angin apa yang tiba-tiba menceburkan aku ke dalam kolam itu. Aku sudah masuk ke dalam kolam, dan aku sudah berusaha untuk tidak tenggelam. Ku kayuh tangan sekuat mungkin dan kaki mengepak-ngepakkan air. Sia-sia. Aku tetap tenggelam. Hampir sekujur tubuhku teredam air. Tapi untungnya dua temenku langsung mengangkatku ke daratan. Aku langsung memuntahkan semua air yang masuk. Melelahkan sekali. Aku tersadar dari peristiwa itu setelah bunyi gemercik air dari hp ku, I-ring pertanda sms masuk. Adekku membangunkan. Ternyata ini hanya mimpi. Kemudian aku beralih melihat sms sebelumnya yang belum terbaca.

Tapi betapa terkejutnya aku membaca sms duka.bu jumiah,guru tataboga favoritku berpulang ke rahmatullah.aku lihat jam sms menunjukkan pukul 12.50 dini hari.berarti kemungkinan beliau pergi sebelum jam 12 malam.penghujung 27 rajab,subhanallah.mungkin ini yang terbaik untuk beliau setelah beberapa hari mengalami koma pasca melahirkan bayi ketiga yang juga sudah mendahului beliau.

Sungguh, benar-benar tidak disangka. Semua yang ada di dunia ini adalah ghaib bagi manusia.dan hanya Allah yang Maha Tahu. Semua pasti akan kembali pada Nya. Hanya menunggu giliran waktu itu datang. Yang perlu kita lakukan hanyalah mempersiapkan bekal untuk mendapatkan rumah abadi di sisiNya. Surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai jernih, buah-buahan dan bidadari-bidadari. Innalillahi wainna ilaihi Raji’un, Ya Allah semoga Bu Jumiah, mendapatkan tempat yang muliah itu. Setelah beberapa hari koma pasca melahirkan, akhirnya kali ini giliran beliau menghadap Nya lebih dahulu. Bukankah janji Allah nyata? dan seorang Ibu yang sudah berjuang melahirkan buah hati, lalu meninggal karenanya, maka dia tergolong mati sahid,,,amien.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s