Susahnya Bersyukur

Posted: July 13, 2010 in motivasi

Pernahkah kita mengitung berapa nikmat yang diberikan oleh Allah kepada kita? Pernahkah kita meraba jumlah jari tangan dan kaki kita? Pernahkah kita memperkirakan berapa harga sekujur tubuh kita jika dijual? Kalaupun ada yang mau membeli secuil aja bagian dari tubuh kita dengan harga semahal apapun, saya yakin, tidak ada seorangpun yang rela melepaskan itu meskipun dibayar dengan seluruh isi dunia ini. Mariah Carey saja yang konon sebelah kakinya sudah dinilai sebesar 1,5 M$, saya yakin, tak sedikitpun terblesit untuk menjualnya. Duhai nikmat Allah tak akan tergantikan oleh materi, dan tak ada yang mampu menggantinya. Lebih tepatnya tak sanggup membayarnya dengan seluruh isi dunia ini sekalipun. Sedangkah kita selalu sibuk mengeluh akan datangnya masalah yang bertubi-tubi. Kita sibuk bersedih karena merasa menjadi orang kurang beruntung.

Kita terlena dalam tangisan yang tak berujung pangkalnya. Mengeluh ketika menderita sebuah penyakit yang harus tergantung pada obat-obatan. Berapa jumlah kapsul yang harus masuk tiap hari, minggu, bulan, dan tahun. Tapi kita tidak pernah menghitung berapa jumlah nasi, makanan enak yang masuk ke dalam perut. Menggerutu karena tiap hari harus jalan kaki menuju kantor dan rumah, padahal kita tak pernah tahu berapa harga sebalah kaki kita jika harus amputasi. Menangis karena patah hati, padahal kita tidak pernah mengingat berjuta rasa ketika jatuh cinta. Bersedih karena datang masalah yang bertubi tubi, padahal tak pernah menyadari berapa banyak hadiah dari Tuhan yang sudah diberikan mulai dari membuka mata hingga memejamkan mata kembali.

Padahal tahukah seandainya kita sedikit saja berfikir logis. Jika sedikit saja membuka mata, melihat sekitar, kanan dan kiri kita ketika kita berjalan. Mencoba menengok sisi lain kehidupan di siaran televisi, berita-berita yang kurang menyenangkan, korban bencana alam, Tsunami, Gempa bumi, kebakaran, kecelakaan pesawat. Sungguh jika kita bisa belajar dari sana, sesungguhnya itulah ilmu yang tidak akan pernah kita terima di bangku sekolah termahal sekalipun. Coba lihat berapa jumlah pengemis di jembatan mulai dari anak kecil, janda, nenek, kakek, mereka yang tidak memiliki tangan dan kaki. Coba bayangkan bagaimana mereka yang pada saat tertidur dalam lelapnya malam, tiba-tiba dihanyutkan oleh banjir bandang dan Tsunami yang dapat memutar balikkan kehidupannya 180 derajat berbeda dan tragis. Coba rasakan bagaimana mereka yang harus menjalani amputasi karena sebuah kecelakaan. Coba cermati berapa banyak kecelakaan yang terjadi, pesawat terbang jatuh, tabrakan mobil. Coba pikirkan perasaan seorang ibu yang harus melihat putranya lumpuh sejak lahir. Dan coba lihat diri kita saat ini. Letakkan cermin di tengah hati kita, rasakan dan katakanlah. Alasan apa yang harus membuat kita tidak bisa bersyukur?

Jawabannya tidak ada. Dan jujurlah, bahwa saat kita mengerti dan menyadari betapa sayangnya Tuhan dengan kita. Kita akan mendapatkan sebongkah kebahagiaan batin yang sungguh tiada tara. Kita akan menyesal karena sudah terlalu banyak protes akan nikmat dari Tuhan. Dan kita akan berusaha untuk menebus penyesalan itu. Kuncinya hanya satu, mudahkanlah rasa syukur itu, dan biarkan dia menguasai jiwa kita yang rapuh. Bencilah keluh kesah yang membelenggu kita, dan jangan biarkan sedikitpun menembus pori-pori jiwa putih kita.

Senantiasa bersyukur dan tak pernah mengeluh, mungkin itulah nikmat yang tidak dapat disimbolkan dalam untaian kata. Ya Rab, jagalah kami dan keluarga kami dan seluruh umat Islam di dunia ini dari rasa sedih, keputus asaan, dan kelemahan. Jadikan kami umat yang selalu berterimakasih atas segala yang Engkau hadiahkan kepada kami. Amien.,,,

Comments
  1. Tania says:

    Hi Mbak Ruktin
    Salam kenal,
    Saya jadi merasa seperti di’tampar’ saat membaca tulisan mbak, karena saat ini saya berada dalam kondisi dimana saya selalu merasa tak puas, selalu mengejar, mencari, bahkan putar otak (sampai kadang tidur pun tak nyenyak) untuk mendapatkan yang namanya uang, materi dan karir. Akibatnya saya selalu saja mengeluh dan berpikir kok Tuhan kayaknya ngasih hidup repot amat sih? kenapa saya gak pernah dikasih kehidupan yang mewah kayak Paris Hilton(mimpi kali yee!hehehe) atau orang kaya lainnya yang kayaknya gak perlu lagi ngejar-ngejar yang namanya harta karena semuanya sudah ada di depan mata mereka. Kenapa saya lahir di Indonesia, negeri yang pemerintahnya egois dan suka korupsi. Begitu terus yang ada di dalam pikiran saya, membaca tulisan mbak ini membuat saya tersadar, kalau hidup yang saya jalani sekarang ini adalah kehidupan yang patut disyukuri, punya orang tua yang sangat menyanyangi saya, punya pekerjaan, selalu bisa makan kecukupan, sungguh ini adalah anugerah dari Tuhan. Semoga di masa depan di saat saya sedang kembali tak puas dan mengeluh, saya bisa mengingat isi tulisan ini

    • ruktin says:

      alhamdulillah, i am really glad to read your comment. Salam kenal juga mbak.
      Mudah-mudah an melalui tulisan ini kita bisa saling mengingatkan dan selalu bersyukur atas apa yang kita dapatkan setiap detikNya…:)

  2. oki says:

    subhanallah, sungguh kita slalu terlupa akan namanya bersyukur, thanks for remiding, keep posting mba.

    wassalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s