Berfikir Sempit ataukah Berlapang Dada?

Posted: July 17, 2010 in Kisah, motivasi

Kisah pagi yang menggugah. Menggugah untuk bangun dan memulai investigasi. Terpampang di status YM seorang teman, yang kurang lebihnya adalah menceritakan seorang laki-laki yang rela bunuh diri karena perempuan yang dikejarnya telah menjatukan pilihan pada yang lain. Laki-laki asal Surabaya yang berhasil mendapatkan gelar Sarjana dari negara Jernan itu minum beberapa obat yang dicampur (mungkin overdosis). Dia sempat menceritakan riwayat bunuh dirinya di wall FB nya. Bahkan H-1 kepergian pun masih sempat menuliskan apa yang dirasakan ketika obat sudah bereaksi. Hingga kemudian dia dilarikan ke RS dan diketahui saat itu sudah terlambar. Lambungnya sudah rusak dan pecah. Mungkin hebatnya reaksi obat yang sudah diminum. Keluarga yang ditinggalkan mungkin belum mengetahui persis latar belakang peristiwa itu. Namun teman-temannya yang berhasil menelusuri wall FB nya telah mengetahui motiv dari kejadian tragis yang patut disayangkan itu. Seseorang yang rela menukar nyawa dengan keputusasaan. Berfikir terlalu sempit dan pendek. Konon motiv bunuh diri tersebut juga karena gembar-gembor temen-temennya yang mendukung bunuh diri (entah kontex bercanda atau sengaja menantang).

******************

Lalu coba bandingkan dengan kejadian satu ini. Agama boleh sama. Keyakinan mereka terhadap Tuhan Yesus boleh sama. Namun kehidupan tetaplah kehidupan. Berbeda jalan dan cara dalam menjalani. Semua adalah pilihan. Saya baru saja mendapat teman baru di Jakarta ini. Sempat berbincang-bincang. Dan saya mendapatkan pelajaran yang sungguh berharga. Wanita berusia 32 tahun ini sungguh memiliki keyakinan tersendiri dalam hidupnya. Sudah 4 tahun usia pernikahan. Dan sempat menderita Kanker Rahim di tengah-tengah perkawinannya. Sang suami berketurunan cina masih setia mendampinginya dalam melakukan pengobatan. Dahulu, sebelum menikah, mereka bekerja di perusahaan yang sama. Hingga pada suatu waktu pada tahun ketiga pernikahan, perusahaan memindahkan suami ke cabang lain di Makassar. Istri sudah lama berhenti bekerja atas permintaan suami. Saat itu ada kebijakan perusahaan, bahwa Istri tidak boleh menyertai suami. Istri pun mengijinkan kepergian suaminya. Seiring berjalannya waktu, hubungan jarak jauh suami istri itupun dimulai. Komunikasi terus berjalan dengan baik. Hingga kejadian yang sangat janggal itupun terjadi. Ketika tiba-tiba karyawan di kantor itu mengatakan bahwa sang Suami sudah mengundurkan diri. Tidak ada hujan, tidak ada angin, badai. Semua keluarga kehilangan kontak, bahkan ibu kandung Suami itu sendiri. Hingga detik ini, setahun sudah penantian sang Istri. Akhirnya sang Istri memutuskan untuk kembali ke Jakarta setelah setahun di Batak bersama keluarganya untuk melakukan pengobatan. Satu keyakinan sang Istri, suatu hari nanti, dia yakin suaminya pasti akan kembali. Dia yakin, apapun yang terjadi seandainya ada wanita lain, Suami pasti akan kembali ke istri pertama kelak. Jikalau ada masalah atau sebuah alasan yang mengharuskan Suami menghilang, pasti suatu hari nanti mereka akan dipertemukan kembali. Sang Istri yakin bahwa suaminya pergi pasti bukan tanpa alasan. Apapun yang terjadi, dia yakin bahwa Tuhan akan menyatukan mereka suatu hari nanti.

******************

Sungguh dua pemandangan yang berbeda bukan? Orang yang hanya berfikir pendek, maka kehidupan singkat tanpa makna yang akan mereka dapatkan. Namun orang yang berlapang dada dengan keyakinan teguh, maka niscaya kebahagiaan dan kehidupan yang sungguh bermakna akan dia dapatkan meskipun harus dengan perjuangan yang tidak mudah. Kita sebagai manusia, tentu memiliki cara tersendiri untuk menjalani hidup ini.  Karena pilihan ada di tangan kita sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s