We Have Own Way to Life…

Posted: July 19, 2010 in motivasi

Kita boleh berasal dari satu rahim yang sama. Kita pernah tidur di alam kandungan yang sama. Nama orang tua kita boleh sama. Kasih sayang kita pun tidak mungkin berbeda. Tapi, kita punya cara sendiri-sendiri untuk menjalani hidup ini. We have own way to life. Mungkin begitulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan betapa dekatnya seorang kakak dan adik.

Riwayat kelahiran kita, membuatku memanggilmu dengan nada “Adek” dan engkau memanggilku dengan sebutan “Kakak”. Sebagai orang yang terlahir lebih dahulu, konsekuensi menjadi anak pertama dan hanya bisa memanggil adek, tetapi tidak dipanggil dengan panggilan adek, adalah dia anak pertama. Menjadi anak pertama ibarat menjadi sebuah cermin. Cermin bertingkah, berucap, bertindak. Jika boleh memilih, menjadi anak pertama mungkin bukan pilihan semua orang. Karena terkadang tidak mudah melakoninya. Menjadi yang dicontoh, tapi belum tentu kita mendapat contoh. Menjadi sandaran, belum tentu sebelumnya kita pernah bersandar. Meskipun ada orang tua yang setiap saat bisa menjadi orang tua sekaligus sahabat, namun kehadiran sosok kakak akan menjadi berbeda.

Sebagai adek, tentu banyak hal yang bisa didapatkan dari pengalaman sang kakak. Terkadang seorang adek menjadi baik karena kakak yang baik, dan sebaliknya. Namun tidak semuanya seperti itu. Terkadang, seorang kakak belum tentu mencerminkan adekknya. Tidak ada keharusan seorang adek harus mengikuti setiap detil jejak sang kakak. Dan tidak ada aturan pula sang kakak mewajibkan sang adek mengikuti cara hidupnya. Cara berjuang, cara tertawa, cara menangis, cara belajar, cara bergaul. Tapi satu hal yang pasti. Orang tua sudah memberikan bekal yang sama, di mana seorang kakak dan adek, sama-sama diajarkan mana hal yang baik dan yang buruk. Seorang kakak dan adek tetap harus menjalani hidup ini dengan cara yang benar. Kamu adalah caramu, dan aku adalah caraku. Hidup ini sungguh berwarna, dan cara kita hidup adalah salah satu jenis warna dari hidup ini.

Adekku, engkaulah anugerah terindah dari orang tuaku…

Engkaulah senyumku, yang akan selalu bersimpul…

Engkaulah, harapan pelita jiwaku

Dan engkaulah karib seperjuanganku

Hiduplah dengan caramu..

Dan berjalanlah karena kebaikan

I love You….

Comments
  1. dewi says:

    hem, aku mengerti..
    aku kan jlani hdup dengan caraku sendiri,,
    i love you too sis,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s