Bagaimana Aku Menghidupkan Malam Nisfu Sya’banMu?

Posted: July 25, 2010 in My Lovely Islam

Tidakkah engkau memandang, elok mendung hari ini . Tidakkah engkau melihat, betapa indahnya rupa bulan malam ini. Tidakkan engkau menyadari, cerahnya sang Rembulan berbinar?. Hari ke-14 dari bulan Sya’ban, pertanda besuk adalah yang ke-15. Yah, malam nisfu Sya’ban akan menyapa kita. Mengajak kita untuk menghidupkannya. Mengisinya dengan kebajikan-kebajikan, karena malam itu adalah malam Nisfu Sya’ban. Malam dimana, Allah mengawasi hambanya, memaafkan mereka yang meminta ampunan, memberi kasih sayang mereka yang meminta kasih sayang dan menyingkirkan orang-orang yang dengki.

Suatu malam Rasulullah shalat, kemudian beliau bersujud panjang, sehingga aku menyangka bahwa Rasulullah telah diambil, karena curiga maka aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Setelah Rasulullah usai shalat beliau berkata: “Hai A’isyah engkau tidak dapat bagian?”. Lalu aku menjawab: “Tidak ya Rasulullah, aku hanya berfikiran yang tidak-tidak (menyangka Rasulullah telah tiada) karena engkau bersujud begitu lama”. Lalu beliau bertanya: “Tahukah engkau, malam apa sekarang ini”. “Rasulullah yang lebih tahu”, jawabku. “Malam ini adalah malam nisfu Sya’ban, Allah mengawasi hambanya pada malam ini, maka Ia memaafkan mereka yang meminta ampunan, memberi kasih sayang mereka yang meminta kasih sayang dan menyingkirkan orang-orang yang dengki” (H.R. Baihaqi).

Subhanallah, semoga kita bukan termasuk golongan yang melalaikan salah satu malam yang mulia di antara beberapa malam yang mulia di dalam Islam. Dan semoga kita termasuk dalam golongan yang selalu menghidupkan malam Nisfu Sya’ban. Amien….

Lalu bagaimana cara kita menghidupkan malam yang penuh berkah itu?

Rasulullah bersabda: “Malam nisfu Sya’ban, maka hidupkanlah dengan shalat dan puasalah pada siang harinya, sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam itu, lalu Allah bersabda: “Orang yang meminta ampunan akan Aku ampuni, orang yang meminta rizqi akan Aku beri dia rizqi, orang-orang yang mendapatkan cobaan maka aku bebaskan, hingga fajar menyingsing.” (H.R. Ibnu Majah dengan sanad lemah).

Sungguh, Allah tidak pernah meminta lebih, kecuali untuk kebaikan diri umatNya sendiri. Dan sungguh Allah tidak akan merugi, jika umatNya mengabaikan apa yang hendaknya menjadi kebaikan dirinya sendiri. Tidak ada amalan yang dikhususkan untu menghidupkan malam ini. Namun satu hal yang pasti, malam yang tidak akan terulang pada hari-hari lain ini, akan sangat istimewa jika kita pergunakan sebaik-baiknya.

Sebuah amalan dari ustadz saya, mungkin bisa dijadikan referensi. Siang hari kita puasa sunnah, dan kebetulan besuk bertepatan dengan hari Senin. Kemudian membaca surat Yasin pada malamnya (sebanyak 3 x). Selanjutnya disambung dengan berdoa dipanjangkan umur, diberi keselamatan dunia akhirat, dan diberkahkan rizqinya. Insya Allah.

Semoga bermanfaat.

Reference : http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com_content&task=view&id=925&Itemid=30

Comments
  1. t_pau69 says:

    nice share🙂

  2. rob says:

    lanjutkan ….😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s