Terkadang, Kita tidak Mengerti Apa yang Mereka Rasakan!

Posted: July 26, 2010 in Kisah

Akhirnya, 4 pasang mata itupun mengeluarkan air mata, menangis. Entahlah, apa yang sebenarnya membuat pasangan suami istri ini menangis.

Di sebuah pameran di Jakarta, pameran barang-barang branded mulai jam tangan, baju, tas, sepatu, dimana diskon besar-besaran diberikan. Diskon yang dimulai dari 50 hingga 70 % ini menjadikan para pengunjung masuk dengan tangan kosong, tetapi keluar dengan barang-barang bagaikan belanja dari pasar. Saking banyaknya barang-barang yang diborong. Bukan dalam rangka cuci gudang, namun dalam rangka promo besar-besaran. Jam tangan yang tadinya bernilai 10 juta, bisa jadi hanya kena 3 juta. Tas yang tadinya 700 ribu, bisa terbayar hanya dengan 150 ribu. Sepatu yang tadinya satu juta, bisa jadi 300 ribu.

Nah, di tengah-tengah meriahnya pameran itu, hadirlah sepasang suami istri untuk mengunjungi stand jam tangan.

“Suami  : Mi, jadinya mau pilih jam tangan yang mana?

Istri        : Ini aja pi ya? (sambi menunjuk jam tangan bernilai 3 juta).

Suami    : Boleh, ehmmm tapi tunggu coba yang satu ini, sepertinya lebih simple, elegan, dan harganya juga tidak terpaut jauh (senilai 6 juta).”

Sang istri pun akhirnya mencoba kedua jam tangan pada pergelangan tangan kirinya. Setelah pikir-pikir, akhirnya sang istri tetap pada pilihan pertama.

“Istri      : Pi, aku pilih yang ini aja ya? Aku lebih suka yang ini soalnya.

Suami    : Ow getu, ya sudah kalau begitu. ( Dengan senang hati suami akan membayarkan ke kasir).”

Namun tiba-tiba, sang istri menangis. Para penjaga stand, SPG<, supervisor tidak tahu menahu perihal apa yang membuat sang istri menangis.

“Suami : Lho kok nangis? Kenapa?

Istri        : Aku pilih yang pilihan papi aja, sayang kedua (menunjuk jam seharga 6 juta).

Suami    : Ya sudah kalau begitu, biar diambilkan oleh SPG nya.”

Mereka kemudian menunggu di kasir, dan sang suami mengeluarkan kartu kredirnya untuk membayar. Istri masih menangis, dan lagi-lagi tidak ada yang tahu penyebabnya, sang suami pun ikutlah menangis.

Kasir pun bingung. And the end, mereka memutuskan untuk tidak jadi membeli jam tangan mewah tersebut, dan memilih resiko kehilangan 50% dari yang yang telah dibayarkan.

Oh, sungguh pemandangan yang misterius. Semua pegawai termasuk kasir yang menyaksikan adegan singkat itu pun tertawa terbahak-bahak ketika pembeli tersebut meninggalkan stand. Tidak ada yang bisa memahami, entah mereka menangis karena bahagia, atau karena sedih, atau karena teringat sesuatu. Entahlah, terkadang memang susah mengerti apa yang sedang dirasakan orang lain, meskipun itu terjadi di depan mata kita sendiri. J.

Comments
  1. Evita says:

    hmm.. kalo menurut aku mungkin sang istri lg sedih, kehilangan seseorang, mungkin anaknya meninggal atau orangtuanya meninggal..
    tetapi sang suami berusaha untuk menghibur istrinya dengan mengajak ke pameran, namun hiburan itu tidak membuat sang istri senang, sang istri tetap mengingat kesedihan itu..
    sang suami terenyuh mendengar tangisan sang istri, maka ia pun ikut menangis..
    so sweetnya🙂

    • ruktin says:

      mungkin seperti itu, ada alasan lain, entahlah.
      Tapi, keesokan harinya, mereka datang lagi ke pameran itu.
      Dan kali ini, sang istri memilih jam yang lebih mahal, namun sudah dibei orang lain, akhirnya nangis lagi. nah lo kenapa tuh?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s