Why Worry, Why Sad, While Him beside You

Posted: November 1, 2010 in motivasi

Mohon maaf kalau salah menulis judul. Tapi kurang lebih artinya adalah, Mengapa Khawatir, bersedih, sementera Dia di sampingmu.

Sedih, khawatir, bahagia adalah sebuah empati. Sebuah ungkapan perasaan yang mungkin wajar dimiliki oleh setiap manusia. Ketika kita ingat betapa penderitaan di pulau Mentawai yang dimana kita masih bisa tidur nyenyak di atas kasur yang empuk, mereka justru tidak tahu harus tidur di mana. Kita masih bisa memilih makanan apa yang cocok untuk lidah kita, mereka justru harus menengadah ke langit dan berusaha menangkap apapun yang terjatuh dari pesawat perbantuan untuk mendapatkan logistik dalam bentuk apapun. Jika ketika kita menengok ke tetangga sebeleah, Merapi Yogya yang menimbulkan kecemasan, merenggut sanak kerabat, ancaman wabah penyakit dan bencana lain, pantaskah kita untuk khawatir akan kondisi penuh nikmat yang kita rasakan saat ini? Jika kita mengingat kembali Wasior, betapa banyak air mata kesedihan, kehilangan orang-orang yang mereka sayangi? Masih patutkah kita bersedih meratapi apa yang tidak kita harapkan saat ini?

La Tahzan.

Janganlah bersedih.

Apapun alasannaya, tidak ada alasan untuk bersedih. Karena DIa, ya hanya Dia sang pemberi kebahagiaan, selalu di samping kita. Ketika semua orang sudah meninggalkan kita, Allah masih di samping kita, ketika semua teman menjauh, Allah masih dekat. Ketika sahabat sudah tidak peduli lagi, kepedulian Allah justru berlimpah. Ketika orang yang sangat kita sayangi, sudah tidak lagi bersama kita, Allah masih cukup memberikan kasih sayangNya..Lalu mengapa kita masih bersedih?

Mungkin kesedihan adalah salah satu nikmat atau anugerah sehingga kita mengerti apa itu bahagia. Mungkin isak tangis adalah expresi yang tidak terlepas dari kesedihan. Menangislah. Mungkin kesedihanmu akan kering bersama kikisan air matamu. Tapi satu hal yang paling penting setelah itu semua. Jangan perlah terhanyut, terlena dengan kesedihan itu. Dan point paling penting adalah, bangkit dari semua kesedihan yang pernah kita alami. Karena dibalik kesedihan itu ada kebahagiaan. Di balik kesulitan pasti ada kemudahan.

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. An Nasyr: 5)

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. An Nasyr: 6)

Betapa tegasnya Allah mengatakan janjinya sehigga diulang dua kali.

Jadi yakinlah, bahwa Allah tidak pernah buta dan tuli. Dia lah sebaik-baik sahabat. Jangan pernah ragu untuk selalu percaya akan kuasaNya. Tetap tersenyum walau itu sulit. terus bangkit meski berkali-kali terjatuh. Saya menulis seperti ini, bukan berarti saya adalah orang yang bisa dan kuat. Tetapi saya adalah orang yang selalu berusaha untuk kuat. Mudah-mudahan goresan hati ini, senantiasa menjadi motivasi dan pengingat untuk ke arah yang lebih baik.

Comments
  1. andini says:

    Mbak benar, Allah ada tuk kita… Jadikan sedih ini salah satu ekspresi syukur kita, bukan kufur kita.. La tahzan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s