Kapan Puasa Tarwiyah dan Arafah?

Posted: November 14, 2010 in My Lovely Islam

Seperti yang sudah-sudah, selalu terjadi perbedaan pendapat mengenai ditetapkannya tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah yang menandakan adanya perbedaan kesepakatan dijatuhkannya hari raya Idul Adha. Sebagai umat islam, hendaknya kita tahu betul, bahwa segala sesuatu yang meragukan kita, hendaknya kita tinggalkan, dan lakukanlah apa yang kita yakini.

Bagaimanapun bentuk perbedaan pendapat mengenai tanggal yang benar, satu hal yang tidak akan pernah berubah, yaitu Hari Raya Idul Adha pasti selalu jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah. Sehingga tidak perlu diragukan agi kapan kita harus puasa Tarwiyah dan kapan puasa Arafah kita laksanakan. Puasa Tarwiyah dilaksanakan terlebih dahulu yaitu pada tanggal 8 Dzulhijjah dan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Mengapa dan bagaimana keutamaan melakukan puasa ini?

Hari pada sepersepuluh bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang istimewa. Abnu Abbas r.a meriwayatkan Rasulullah s.a.w bersabda:

ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام يعني أيام العشر قالوا:
يا رسول الله! ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج
بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك شيء

Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya : Ya Rasulullah! walaupun jihad di jalan Allah? Sabda Rasulullah:
Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya (menjadi syahid). (HR Bukhari)

Berdasarkan satu redaksi hadits menyatakan bahwa Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan dosa satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun.

Keutamaan puasa Arafah ini seperti diriwayatkan dari Abu Qatadah Rahimahullah. Rasulullah SAW bersabda:

صوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضية ومستقبلة وصوم يوم عاشوراء يكفر سنة ماضية

Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah lepas dan akan datang, dan puasa Assyura (tanggal 10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang lepas. (HR. Muslim).

Apapun itu, biarlah semua itu menjadi motivasi bagi kita untuk menjalani ibadah karena Allah. Masalah pahala dan seluk beluknya, biarlah Allah yang memperhitungkan.

Disebutkan dalam hadist Qudsi: Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku-lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku.

Mudah-mudahan sharing ini memberikan manfaat bagi pembaca blog ini dan saya sendiri khususnya. Jika ada kesalahan, koreksi dari pembaca sangat saya harapkan.

Referensi : http://www.mail-archive.com/keluarga-islam@yahoogroups.com/msg16452.html

Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik

yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat
bertanya : Ya Rasulullah! walaupun jihad di jalan Allah? Sabda Rasulullah:
Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya
dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya (menjadi syahid). (HR
Bukhari)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s