Membuatku Tersadar Kembali……….

Posted: December 2, 2010 in Kisah
Tags:

Sudah satu tahun lebih kejadian tragis itu berlalu. Namun masih terngiang betul di ingatan. Rasa takut dan trauma masih begitu membekas. Aku yang sering mendengar kejadian perampokan, penjegalan pengemudi di jalan, penjambretan, yah hanya sebatas mendengar berita dari teman, tetangga, televisi, koran, dan lain sebagainya. Tak pernah ku sangka saat itu kejadian penjambretan di sebuah jalan di kota Surabaya tercinta itu, menimpaku.

Yah, walau bagaimanapun kita percaya, hati-hati, waspada, tapi terkadang masih ada celah untuk mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.

Pagi ini, seusai sholat shubuh, kutinggalkan aktifitas biasaku. Di sebuah kamar 719 Hotel Atlet Century Jakarta, aku cermati, aku olah  ulang berita kejadian yang sungguh memilukan, yang menimpa adik kandung teman SMA ku tertanggal 1 Desember 2010. Meninggal dalam usia yang begitu belia, 20 tahun, di tengah statusnya sebagai mahasiswa sastra Jepang UNAIR, dalam sebuah kecelakaan. Yah, kecelakaan yang untuk kesekian kalinya aku dengar, setelah adek junior SMP ku. Jatuh dari sepeda motor karena jalanan yang licin, kemudian dicium oleh roda “Tronton” yang demikian besar. Di sebuah perjalanan pulang dari Surabaya menuju Lamongan, alhamarhumah menghembuskan nafas terakhirnya. Alhamdulillah jenazah masih utuh. Innalillahi wainna ilaihi roji’un. Sesungguhnya kita adalah milik Allah, dan kepadaNya lah kita pasti kembali. Mudah-mudahan almarhumah diterima di di tempat yang mulia, dan kuatlah keluarga yang ditinggalkan.

Masya Allah, memang tidak ada yang tahu kapan datangnya maut, sampai berapa Allah mematok umur kita di dunia ini. Umur, jodoh, rejeki, yah ketiga hal itu adalah rahasia agung Sang Khaliq yang tak akan pernah bisa kita intip meski betapa penasarannya kita. Ada yang kembali dalam usia balita, remaja, bahkan ada yang sudah tua rentah sekalipun. Wallahu a’lam… Apapun itu, kita lahir dalam keadaan suci dan bersih, mudah-mudah an kita kembali dalam keadaan yang bersih dan suci pula.

Kembali dengan peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi. Mengingatkan saya betapa saya sering menyepelekan sesuatu yang harusnya menjadi perhatian penting. Orang tua selalu khawatir, melepas kita dalam doa nya, ketika kita pergi. Yah, ketika seorang anak perempuan mencium tangan Bapak Ibu, untuk mengucapkan kata pamit, meninggalkan rumah, sendiri bertemankan sepeda motor. Tahukah? Betapa itu adalah saat-saat yang paling mencemaskan hati Beliau. Ingin berkata jangan pergi, tetapi tidak mungkin. Jangan ngebut naik motornya, hati-hati di jalan, jika ngantuk berhenti di masjid atau beli minum, dan lain sebagainya.

Tapi dengan entengnya aku berkata, tenang saja, insya Allah selamat sampai tujuan (berusaha membuat Beliau tidak cemas). Kebiasaanku ketika di atas sepeda motor, begitu buruk. Suka ngebut ketika jalanan sepi, suka ngantuk karena segarnya angin sepoi-sepoi yang menerobos helm, suka mendahului mobil dan kendaraan lain yang lambat, bahkan sering tertidur di atas sepeda motor hingga menabrak pagar batu sebuah toko bangunan, hampir menjamah kepala truk, motor minggir tak terkendali, dan lain sebagainya.

Yah, bukan kehendakku. Tapi memang itu realita yang terjadi padaku. Sekalipun sudah berhenti sejenak menghilangkan kantuk, namun entah kenapa kenyamanan di atas sepeda motor membuat mata ini sayup dan ingin terpejam. Keinginan untuk cepat sampai tempat tujuan memaksaku dengan tidak sadarnya menancap gas hingga kecepatan lebih dari 100 km/jam.

Sungguh  beberapa kejadian lalu, penjambretan yang menimpa, kejadian kecelakaan beberapa kawan, terutama peristiwa yang baru saja terjadi pada adek teman saya tersebut, membuat saya sadar betul bahwa di jalan raya, semua bisa saja terjadi. Tak sulit bagi Tuhan untuk menaburkan sejuta kejadian di jalan bersama kehadiran kita. Hati-hati, doa, waspada, dan memikirkan keselamatan pribadi, kecemasan keluarga, adalah hal yang patut dicermati di setiap perjalanan. Kemanapun, bersama siapapun atau sendiri, di manapun, dengan macam kendaraan apapun.

Membuatku tersadar kembali
Betapa aku lalai
Kecemasan Ibu Bapak
Betapa aku indahkan

Membuat aku mengerti
Betapa Tuhan dengan mudahnya
Menjadikan rangkain peristiwa
Kepada manusia

Membuat aku tertegun
Apa yang sudah aku alami
Tak perlu aku ulangi………
Ajari aku mengerti dan mengerti lebih lagi
Akan ilmu yang Engkau tebar di bumi

Jangan biarkan kesombongan menguasai
Jangan bebaskan keinginan merajai

Aku ingin kembali
Dalam raga yang bersih
Dalam jiwa yang damai
Bukan dalam kehinaan dan noda

God, teach me how to understand more about You and this life……..

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s