Mari Bersahabat dengan Masa Lalu

Posted: January 20, 2011 in motivasi

2011. Sudah tidak saatnya lagi ada istilah mengubur dalam-dalam masa lalu, lupakan masa lalu, buang masa lalu itu jauh-jauh, atau bahkan anggap tak pernah ada. Eits, itu hanya istilah untuk orang-orang yang tidak belajar (tolong dibaca : menurut saya). Iya, bagi yang tidak belajar, tidak pernah belajar, atau bahkan tidak mau belajar, mereka tidak akan pernah menghargai si “masa lalu”.

Banyak alasan. Mungkin ada yang bilang, masa lalu saya sangat indah untuk dikenang, atau terlalu kelam untuk diingat, terlalu menyakitkan untuk disebut, terlalu menyedihkan untuk ditengok. Yah, banyak hal, banyak sekali hal yang membuat seseorang tidak mau lagi bersahabat dengan masa lalu.

Padahal….

Ya padahal, masa lalu adalah bagian dari masa depan kita. Tanpa masa lalu, kita tidak akan memiliki masa depan. Masa lalu adalah salah satu unsur pembentuknya. Kelam, gelap, buruk, indah, itu hanyalah warna. Kita bisa belajar banyak hal dari warna-warna itu. Mana warna yang kita suka, mana warna yang baik untuk kita, mana warna yang seharusnya tidak kita pilih lagi. Atau bahkan kita akan menemukan warna-warna baru, melakukan perpaduan di antara warna-warna yang lalu. Siapa yang tahu masa depan? Semuanya berjalan begitu saja, dan tanpa terasa kita sudah lulus dari masa lalu, dan berada di masa sekarang.

Saya yakin, setiap orang pasti memiliki masa lalu. Bagaimana orang hidup untuk masa depannya? Setiap orang pasti memiliki cara yang berbeda-beda. Mengubur dalam masa lalu, membenci masa lalu, atau mau diapakan itu masa lalu? Yang pasti masa lalu tidak akan pernah bisa dihapus. Penghapus apa yang bisa membersihkan masa lalu? Jika ada, saya mau beli penghapus itu, untuk menghapus masa lalu saya yang buruk dan seharusnya tidak perlu ada dalam riwayat kehidupan saya.

Tidak akan pernah ada, dan tidak akan pernah tercipta, Karena masa lalu untuk unsur yang tidak terpisahkan. Melupakan masa lalu ibaratkan saja dengan kacang lupa sama kulitnya. Mentang-mentang sudah punya masa depan, dibuang begitu saja si masa lalu. Nanti kalau masa depan ini sudah bosan, dibuang lagi, dan seterusnya.

Maka, tidaklah seharusnya demikian bersikap bijak. Mari bersahabat dengan masa lalu. Sahabat tempat kita belajar banyak hal, mengulang yang baik, dan memperbaiki yang buruk, menciptkan yang jauh lebih baik lagi. Hanya orang yang mau belajar yang tidak akan pernah membenci masa lalu. Kehidupan ini adalah sekolah terbuka, universitas terbuka. Setiap rangkaian peristiwa datang di setiap semesmternya (masa lalu, masa depan), itulah pelajaran yang harus kita ambil. Dan layaknya sekolah, ujian pasti ada. Lulus tidaknya kita terhadap ujian itu ya tergantung seberapa besar upaya kita belajar untuk mempersiapkan. Jika belum lulus, jangan salahkan guru kita, dosen kita, Tuhan sang Pencipta semesta alam jika harus memberikan ujian ulang kepada kita.

Sekali lagi….

Kehidupan adalah sekolah, setiap peristiwa adalah pelajaran, dan Tuhan adalah guru terbaik. Raport kita akan diberikan kelak ketika masa yang dijanjikan itu tiba. Dengan tangan kanan atau tangan kirikah raport itu diberikan? Wallahua’lam.Cukup lakukan terbaik selama kita belajar di dunia ini, dan janjiNya pasti tak akan pernah ingkar.

Back to topic…

Mari Bersahabat dengan Masa Lalu, demi Masa Depan yang lebih baik.

(judul saya kutib dari sms seseoarang, yang sudah menyadarkan saya, mengajak saya bersahabat dengan masa lalu, arigatou)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s