Nostalgia, Saya Merasa Begitu Istimewa

Posted: March 17, 2011 in CINTA, Kisah

Nostalgia hari itu. Pengobat rindu akan sosok yang tak kuasa saya berhenti berucap “subhanalloh”, is this dream? No, this is real. Jika tidak ada gading yang tak retak, tidak ada yang sempurna di dunia ini, saya akan dengan tegas mengatakan, itu semua melebihi apa yang saya butuhkan, hampir tidak ada celah di mata saya, dan saya, saya, saya sungguh beruntung. How lucky i am as woman……

Saya tidak akan pernah lupa dengan hari itu. Hari dimana saya merasa dihargai sebagai seorang wanita, hari dimana saya merasa begitu istimewa karena diperlakukan dengan istimewa. Hari dimana begitu spesial di benak saya. Si merah menjadi saksi kala itu.  Perjalanan kereta yang terasa melelahkan telah terbayarkan dengan roman singkat romantis itu. Saya merasa begitu terhormat karena bisa duduk di kursi depan itu dengan sebuah kejutan manis di atasnya. Dengan tersipu malu, saya mengatakan ” is this for me? Terimakasih”. Untuk kali pertamanya, saya mengalaminya. Saya tidak bisa menyembunyikan perasaaan itu. Saya tidak bisa berbohong. Betapa bahagianya saya kala itu. Saya sungguh bahagia, Jazakumulloh.

Dengan si merahnya, membawa saya meluncur ke sebuah tempat kuliner. Untuk kali pertamanya menerima tantangan itu. Menghabiskan semangkuk soto khas daerah itu. Humm saya ingin mengulangnya kembali dan untuk berkali-kali lagi. Kuliner bersamanya terasa begitu menyenangkan. Saya sungguh menikmati momen itu. Tidak peduli belum mandi dan gosok gigi, perut tetap nomor satu. Terimakasih telah begitu mengerti, memahami bahwa saya memang sangat amat lapar saat itu. Hehe, tidak ingin melupakannya. Menjadi pembeli pertama mengawali hari itu. Saya sungguh ingin mengulangnya kembali, lagi dan seterusnya.

Kini dengan tembok raksasa bernama jarak dan waktu, menjadi sekat yang begitu kuatnya. Setiap detiknya adalah senandung rindu yang begitu indah. Setiap menitnya adalah untaian kata-kata mutiara yang selalu menyejukkan jiwa. Setiap jamnya adalah bait-bait kalimat yang mengobati resah gelisah. Setiap harinya adalah luapan puisi terindah. Penuh semangat, tenang, adem, ayem, tak pernah bisa terbeli, berapapun. Saya akan selalu mengenangnya, perjuangan merobohkan tembok yang saya yakin akan membuka tabir-tabir kebahagiaan nyata. Saat saya tersadar bahwa tembok itu sudah roboh, saya tidak akan melupakan masa-masa ini. Tetap indah untuk dikenang.🙂

Bersabar untuk segalanya yang indah. Menahan diri untuk menjemput masa yang selalu ditunggu-tunggu. Mempersiapkan segalanya untuk hari besar itu. Yah, segalanya akan terwujud sesuai prasangka hambaNya. Sesuatu yang selalu indah untuk dibayangkan, dibahas satu demi satu. Terus percaya dan optimis, berharap dan biarkan semuanya menjadi rahasiaNya. Kejutan dariNya adalah hadiah yang tiada batas, tiada terkira indahnya.

Karena kebaikannya, karena jiwa besarnya, prinsipnya, perjuangannya, ilmunya, yang pada akhirnya saya sebagai manusia tak akan mampu menyebutkan deretan-deretan bilangan indah itu.  Semuanya akan lebur karena cinta. Yah, cintalah yang akan mempersatukan segalanya yang tak mungkin, yang tak hingga, yang tak nalar oleh akal, yang tak terbatas oleh ruang dan waktu.

Dear Alloh, let me love him because of You.

Dicuplik dari kisah kehidupan, ditulis ala eRHa. Semoga bisa diambil hikmahnya. Dikenang kisahnya, dan dijadikan sebuah harapan yang indah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s