24 Tahun Silam, Engkau Terlahir

Posted: April 5, 2011 in Cerita-cerita, CINTA, Kisah

Pada hari yang sama, jam yang sama, tanggal yang sama, namun di tahun yang berbeda. 24 tahun lalu, tahun 1987. Seorang wanita bernama ibu, telah berjuang melahirkanmu ke dunia ini. Pada hari itu pula, bulan itu pula, tapi di tahun yang berbeda, wanita tersebut terlahir pula ke dunia itu. Ibu, selamat ulang tahun, semoga perjuanganmu hingga kini selalu dalam ridhoNya. Ibu, terimakasih engkau telah melahirkan pemuda pemberani itu, 24 tahun silam.

Pemuda pemberani, alfatawiku. 24 sudah engkau mengarungi dunia ini. Berjuta cerita engkau ukir, beribu kisah engkau tuliskan di lembar kehidupan ini. Silih berganti tinta hadir mengisi harimu. 24 tahun sudah engkau puasa menjaga hati, menjaga segalanya untuk seseorang yang sungguh engkau harapkan menjadi pelengkap perjuanganmu  mengarungi bahtera kehidupan ini. 24 tahun sudah engkau tirakat menahan segala hal buruk untuk mempersiapkan diri menjemput belahan jiwa yang sungguh engkau dambakan. Dan kini, 24 tahunmu, engkau mengukir sebuah sejarah dalam kehidupanmu bersama seseorang, yang sudah engkau pilih. Seseorang yang menjadi pilihanmu, dan dia memilihmu.

24 tahun berlalu begitu berharga. Engkau isi dengan semua materi kehidupan yang penuh makna, engkau bungkus rapi, engkau jaga hingga kini sudah waktunya engkau penasaran membukanya. Yah, usia yang begitu matang, begitu pantas, dan begitu siap. Sesuatu bernama kedewasaan, ketegasan, ilmu, telah engkau miliki. Saat yang sudah tepat, majulah, wujudkanlah, dan segeralah berbuka puasa dengan seseorang yang manis itu, mudah-mudahan manis sekali rasanya.

24 tahun sudah engkau mengarungi dunia ini tanpa belahan jiwa yang menghangatkan jiwamu yang dingin, menenangkanmu di kala gunda gelisah, mengobati kerinduanmu, mengisi malam-malammu. Kini, seseorang itu sangat dekat, begitu dekat, begitu nyata. This is real, just take it, just take it. Take the right time, take the right day.

24 tahun sudah engkau menunggu. Menunggu dia yang dapat menyejukkan matamu jika engkau memandangnya, membanggakanmu dalam kondisi apapun, menjaga nama baikmu dalam jatuh dan bangunmu. Jangan pernah engkau sia-siakan segala yang engkau yakini, milikilah seutuhnya, sebanyak waktu yang kau punya, cintailah dia meski mentari tak lagi bersinar. Karena sesungguhnya dia mencintaimu lebih dari yang engkau tahu. Insya Alloh.

24 tahun sudah engkau melihat, mendengar, dan akhirnya engkau sudah memutuskan. Seseorang itu kelak akan menjadi ibu dari malaikat-malaikat kecilmu, jagoan-jagoanmu, yang cerdas, humble, dan pastinya generasi yang ditunggu untuk memperjuangkan Islam.

24 tahun sudah engkau akhiri pencarian itu. Sederhana saja, semoga ini adalah kado terindah yang pernah ada. Sederhana saja harapku, menjalani kehidupan bersamamu, menjadikan keluarga kecil yang penuh dengan kebahagiaan, melahirkan buat hati yang cerdas, penerus perjuanganmu untuk agama kita. Semoga engkau selalu menjadi panutan kami, keluarga kecil kami, penuntun kami, imam kami, kebanggaan kami, dan penyayang kami.

Happy Birthday to You and Mom…


 

Comments
  1. Evita says:

    Happy birthday mas dan ibu🙂

  2. azzam007 says:

    Artikelnya sangat menarik🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s