Good Luck untuk Pelatih Kebanggaan

Posted: June 19, 2011 in Cerita-cerita, motivasi

Nothing to Lose. Kalimat favorit saya, selalu. Karena memang tidak ada yang sia-sia jika segala hal dilakukan dengan baik. Lebih tepatnya melakukan yang terbaik untuk apapun yang ditugaskan. Semua pasti ada hasilnya. Ungkapan ini mungkin sangat cocok untuk seseorang yang sangat saya banggakan. Saya bangga dan saya akan selalu bangga kepadanya. Dia adalah seorang yang selalu berjuang dengan tulus dan sepenuh hati. Dua nama yang terpampang di dalam pengumuman ini hanyalah salah satu bukti dari sekian bukti ketulusannya dalam berkarya. Dipo dan Ilham. Begitu nama singkat yang sudah tidak asing lagi di telinga saya. Selamat buat Dipo dan Ilham.

Bagi seorang pendidik, mungkin banyak hal yang harus dikorbankan. Termasuk waktu yang harus dihabiskan bersama dengan keluarga atau orang-orang yang istimewa di dalam hidupnya. Tidak jarang juga harus melawan rasa capek, penat, serta menghadapi hal-hal yang kurang berkenan. Atau bahkan tidak ada keharusan untuk menerima tugas, sangat bisa untuk menolak. Namun bukanlah seperti itu orang yang saya kenal dengan penuh tanggung jawabnya itu.

Meluangkan waktu  menjadi pelatih jagoan fisika itu. Dengan optimis mempersiapkan bekal untuk bertempur di Medan perang. Menempa otak dan mental adalah dua hal yang harus berjalan selaras. Menjadi pelatih, pembimbing, teman sekaligus orang tua mungkin sudah biasa bagi seseorang yang sudah bertahun-tahun bergelut di dunia pendidikan seperti ini. Namun bagi sosok anak muda, hal ini tidak bisa diperankan oleh setiap orang, saya yakin itu. Tetepi 16 Juni itu adalah pembuktian nyata. Dia berhasil membuka pintu kemenangan untuk segera memberi jalan jagoan itu berlari. Jagoan yang masih sangat belia, dalam tahun pertamanya di sekolah itu sudah mampu menyisihkan sekian lawan perangnya di medan itu.

Kesuksesan seorang murid, seorang anak didik, seorang yang dilatih, tidak bisa lepas dari peran pelatihnya. Begitu menurut hemat saya. Apalagi sebagai pelatih tunggal, tentu saja sangat mengambil banyak peran di dalamnya. Perjalanan ini adalah awal dari sesuatu yang besar itu. Pena hitam akan menuliskan sejarah kemenangan ini dan akan terus mengalir menulis kemenangan berikutnya. Yah, Manado. Kota pertama yang akan menjadi pijakan perjuangan itu. Kota pertama yang akan menjadi saksi semangat yang selalu berkobar. Kota pertama yang akan ditorehkan dalam buku sejarah perjalanan itu.

Bunaken, We are Coming

Manado, di sanalah perjuangan sesungguhnya baru di mulai. Keyakinan dan motivasi untuk terus berkarya, memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa, membawa nama baik daerah adalah semangat yang sudah sekian lama ditempah. Tidak ada yang tidak mungkin. Segala sesuatu pasti ada saat-saat pertamanya. Saat-saat pertama yang pada wajarnya hanya digunakan untuk perkenalan, untuk sekedar mengetahui medan, sekedar menambah pengalaman, namun dengan santai tapi mantabnya, saat pertama ini sungguh menakjubkan. Mungkin diluar target, lebih tepatnya melebihi apa yang diharapkan. Namun inilah bukti, bahwa segalanya bisa terjadi dan sangat bisa diraih. Sedikit ilustrasi ini mungkin bisa menjadi pelengkap semangat kalian.

Selamat berjuang dan selamat menikmati kota 3 B (Bubur, Bibir, Bunaken). Anggap saja survey lokasi Bulan Madu. Proud of You. Good Luck!!!

Selamat menjadi parfum yang selalu mengahrumkan nama negeri ini, Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s