Refleksi Bulan Kelahiranku 2. Back to Jakarta Just For Saying Good Bye

Posted: June 28, 2011 in Cerita-cerita

Senin, 6/7 Juni 2011.

Malam terakhir keberadaanku d Kota Pahlawan itu. Hasrat ingin belajar untuk persiapan tes esok hari, tapi apalah daya, saya hanya ingin menikmati malam terakhirku itu. Hem hanya membuka satu slide berbahasa inggris, setelah itu sudahlah tutup laptop saja. Bismillah untuk perjuangan besuk.
Malam yang sebenarnya jika boleh memilih, tak ingin saya tidur barang semenitpun, rasanya tak ingin berlalu dari hari itu. 10 hari meninggalkan rutinitas kantor dan Jakarta, rasanya cukup menahanku untuk tidak kembali lagi ke kota Macet itu. Tapi, saya manusia biasa, akhirnya tertidur juga.

7 Juni. Tes di gedung Pasca Sarjana itu hanya berbekal doa dan keyakinan. Harusnya bisa menambah jam tidur jika saja tahu kalau tesnya dimundurkan lebih siang. Hem, tapi percuma, sudah terlanjur on the spot.

Dulu ga bisa sekarang lupa. Mungkin itu yang lebih cocok untuk menggambarkan nuansa tes di dalam ruangan itu. Soalnya sepertinya memang gampang sekali. Semua sudah pernah aku kenal sepanjang kuliah di kampus perjuangan itu. Tapi ya, ya cepat-cepat saya selesaikan saja 75 soal itu. Pertama meninggalkan ruangan dengan tanpa rasa berdosa. Buru-buru ingin mengejar jadwal interview, lebih tepatnya tidak ingin berlama-lama di kampus, lebih baik menghabiskan waktu di Juanda, detik-detik terakhir yang sangat saya benci.

Hem, penerbangan Sriwijaya dimajukan pula (baca : mungkin pesawat satuya kekurangan penumpang sehingga harus dijadikan satu dengan pesawat sebelumnya, hoho). Bakso Lapangan Tembak Senayan, hehe menu yang sama dengan Jakarta. Padahal tak sedikitpun aku lirik setiap melintasi blok M. Tapi kali ini, ini rasanya tempat yang tepat. Saya pesan mie ayam goreng kali ya, enak kok (recomended, wkwkwkw).

Tak ingin melakukan kesalahan yang sama, menjadi satu-satunya penumpang terakhir yang dicari-cari, dan hampir ditinggal. Tapi tetep aja memuasuki Gate 6 dengan menit-menit terakhir. Hem, akhirnya i had to say Good Bye. Tetapi kali ini, Back to Jakarta Just For Saying Good Bye. Saya anggap ini adalah sebuah kemenangan bagi saya.

Saya sudah mengupayakan yang terbaik untuk meraih salah satu harapan itu. Melengkapi semua persyaratan dan prosedurnya. Terakhir, saya tak akan berhenti berharap dan berdoa hingga pintu keputusan itu telah di buka. Semoga………..

Thanks for being mine. Thanks for standing beside me.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s