Refleksi Bulan Kelahiranku 3. Beautiful Day, Hari Ketenangan

Posted: June 28, 2011 in Cerita-cerita, CINTA

Rabu, 22 Juni 2011.

Pernahkan anda menunggu sesuatu yang indah, tetapi ternyata sesuatu itu datang lebih cepat dari dugaan Anda? Saya pernah mengalaminya. Pernahkan Anda gelisah tak sabar menanti sebuah keputusan? Saya pernah merasakannya. Pernahkan Anda menjadi sangat tenang ketika karena sesuatu kepastian menghampiri Anda? Saya pernah mendapatkannya.

Hemm, entahlah saya sangat mencintai Juni 2011 ini. Alhamdulillah ya Alloh atas segala nikmat, karuna dan berkah di bulan kelahiranku ini. Inilah saya, wanita sangat sederhana hampir 24 tahun. Ya, hampir 24 tahun usia saya. Dan akahkan inilah usia akhir penantian panjang saya? We’ll see.

Percakapan di seluler itu sontak sangat mengejutkan. Singkat, padat dan hampir bikin saya loncak kegirangan. Semua yang tadinya menjadi pengisi acara tahun 2012, bisa jadi 2011 lah yang menjadi tahun saksi itu. Yah, kita manusia hanya bisa berencana, jika bagus ya berarti rencana itu akan berjalan sesuai dengan skenario Tuhan. Namun jika dirasa kurang bagus, maka Tuhanlah yang memiliki kekuasaan mutlak untuk menyuguhkan skenario lebih indah.

Semua sudah sepakat menjadi tokoh akselerasi kisah roman ini. Tiba-tiba keluarlah angka 22 yang dipilih oleh Bapak kesayangan saya, untuk menjalankan prosesi itu. Berarti hanya tinggal menghitung hari, ya kira-kira hanya ada 3 hari untuk mempersiapkan semuanya. Tapi sebagaimana semboyan kesayangan beliau, jika ada kemauan pasti ada jalan, dan orang tua akan siap kapanpun hari itu tiba. Dan Ibuku sungguh hebat, segala persiapan bisa dihandlenya dengan baik. Sayang sekali, saya tidak bisa turut hadir untuk sibuk di sana.

Finally, saya yakin orang tua hebatku telah melakukan yang terbaik untuk hari itu. Saya hanya bisa menunggu kabar, dan berharap semuanya akan jelas dan lebih cepat. Saya sangat cemas tapi tak banyak yang bisa saya lakukan. Tetap beraktifitas seperti biasa, duduk di kursi itu, ngantor.

Dag dig dug. Berharap secepatnya, berharap segera keluar tanggalnya, dan berharap tidak akan ada kendala apapun (termasuk syarat Thesis). Jam berlalu dari pukul 11, hanya pesan singkat yang menjadi informasi untuk saya. Tapi itu sungguh sangat berarti. Subhanalloh, rasanya sujud syukurlah saat itu. 25 September menjadi tanggal terpilih diantara lainnya. Dan akhirnya 2011 lah menjadi peraihnya. Ini artinya sebelum 25 September akan menjadi hari besar yang akan menyihir ribuan mata yang memandang dan telinga yang mendengar. Hari dimana sayalah menjadi wanita yang paling bahagia karena menjadi pilihannya. Menggugurkan sekian banyak kandidat yang tidak bisa diremehkan.

Beautiful Day, hari yang tenang. Khitbah itupun menjadi refleksi bulan kelahiranku. Saya sungguh menjadi wanita yang sangat beruntung karenamu. Mudah-mudahan engkaupun beruntung karenaku.

Ku tepuk-tepuk pipi kanan kiriku, ku cubit-cubit hidung pesekku, ku buka buka mataku, mimpikah ini? Ataukan mimpi yang menjadi kenyataan? Ah entahlah, saya yakin this is real, this is real, this is real. Terimakasih atas perjuangan cinta yang indah. Jalan yang terhormat dan terarah. Cara yang syar’i.

Terimakasih telah memilihku….

Comments
  1. azzam007 says:

    Assalamu alaikum mbk🙂 Syukron ya atas artikelnya. sungguh membriq semangat baru. Astagfhirullah selamaini q banyak menyimpang dari ajaranx dibilang munafik jg bisa. Astagfirullah…Astagfhirullah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s