Bahagiaku Pernikahanku

Posted: September 29, 2011 in Cerita-cerita, Nikah

Sudah hampir dua bulan tak kunjung saya berbagi kisah dengan Anda. Hem, mudah-mudahan semakin menjadikan rasa rindu untuk berbagi. Tapi selama dua bulan itu pula Insya Alloh semua kisah sudah terekam jejaknya.

Mana kala seseorang ditanya, apakah momen yang paling agung sepanjang usianya? Ketika seseorang disuruh mengukir sebuah maha karya yang agung dalam hidupnya, dan ketika seseorang harus menyebutkan, kapan hari paling berbahagia? Hem, mungkin jawaban yang keluar adalah relatif. Relatif singkat, relatif banyak, atau bahkan relatif sama.

Dan seandainya pertanyaan itu jatuh kepada saya detik ini, maka PERNIKAHAN-lah yang akan terlontar dari hati dan ucapan saya.

Bagaimana hingga akhirnya hari agung, walimatun nikah itu menjadi anugerah yang sungguh agung dalam akad nikah di kediaman orang tua tercinta saya pada 4 September 2011 yang juga bertepatan dengan 4 syawal 1432 H? Bagaimana 16 September 2011? Apa yang terjadi pada 24 September dan 25 September 2011? Semua tanggal-tanggal itu adalah serangkaian momem yang tidak akan mungkin pernah terlupa. Hehehe, sabar dulu, saya akan selalu berbagi, dan kisah indah ini pun akan saya bagi dengan harapan ada hikmah manfaat di dalamnya. Semua akan saya kupas halus dalam edisi khusus, tunggu ya !:).

Setiap perjalanan dalam kehidupan saya adalah berharga untuk selalu saya kenang. Setiap aktor dan aktris yang ikut terlibat telah menyempurnakan dan melengkapi kisah saya.

Jazakumulloh suamiku, Abdul Malik Sr, mas Alvanku. Ikrarmu adalah buktimu. Engkau tak hanya berani mencintai, namun engkau telah menancapkan tiang pembuktian yang sungguh agung, menikahiku. Terimakasih telah mengajakku ta’aruf di masamu. Terimakasih atas waktu khitbah yang telah engkau jatuhkan. Dan akhirnya, terimakasih telah menikahiku dengan segenap jiwa dan ragamu, dengan agamu, dan dengan niatmu karena Alloh Ta’ala. Mudah-mudah an saya bisa mendampingimu berjuang demi agama kita. I love U.

****barakallahu laka wabaraka alaika wajama’a bainakuma fi khoir*****

Kedua orang tua bapak dan ibuku, tanpa kalian tak akan ada hari bersejarah itu. Tanpa kalian tidak akan terukir kebahagiaan dan kesuksesan di hari itu. dan kini telah kubawakan seorang anak laki-laki sebagai anggota baru di keluarga kita. Tak akan dia mengambilku dari kalian, bahkan dia akan mencintai dan menyayangi kalian sebagaiamana saya melakukannya.

Ayah dan Ibu, terimakasih telah engkau restui kami dalam ikatan suci ini. Mudah-mudahan saya adalah keputusan terbaik atas puasa, doa, dan segala perjuangan selama ini.

Adikkku tersayang, engkau tak akan pernah kehilangan sahabat dan kakak dalam hidupmu. Justru telah aku dapatkan seorang kakak yang akan berdampingan denganku untuk menjadi sahabatmu. Percayalah, kita akan selalu selamanya menjadi saudara, sahabat, dan teman dalam kondisi apapun.

Semua anggota keluarga, kerabat, teman-teman seperjuangan, yang tidak akan habis saya sebutkan satu persatu. Terimakasih atas doa, kehadiran, jasa, dan partisipasi dalam bentuk apapun. Mudah-mudah an Alloh membalas semua kebaikan kalian.

Permohonan maaf kepada seluruh rekan yang sudah banyak repot dan sudah berjuang dalam acara saya. Mudah-mudahan semua dapat diambil hikmah dan pelajarannya.

Hem, pasca pernikahanpun dimulai. Dan itulah makna pernikahan yang sesungguhnya. Setiap hari adalah pahala, kebahagiaan, perjuangan, dan juga tantangan. Nikmatnya pernikahan tidak akan pernah habis terurai dan tidak akan pernah lekang untuk disyukuri.

Memang, dengan menikah hidup pantas untuk dijalani. Dijalani dengan suami, dijalani dengan pasangan, dijalani dengan ibadah, dijalani dengan senyum dan keikhlasan.

Nikah yukk…..Buat apa menunggu lebih lama? Waktu yang terbuang hanya akan menjadikan tabungan keraguan yang akan menjadi bom waktu gagalnya hari pernikahan. Hilanglah satu gerbang kekhawatiran dengan gerbang pernikahan. Menikah akan membuat hati tenang, menjadikan keluarga yang sakinah, mawadah, warokhmah dan ayem…

Tentukanlah, yakinlah, dan menikahlah.

Mudah-mudahan seluruh pembaca akan cepat menyusul saya, menyusul menuju pintu gerbang kebahagiaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s