Telur Puyuh Untuk Wanita Pra Hamil

Posted: October 13, 2011 in Cerita-cerita, Menu Sehari-hari

  Ngeblog sambil ngemil telur puyuh,  nunggu suami pulang kantor, hemmm nikmatnya hidup. Hehe, hidup memang harus dinikmati bukan? Apalagi setelah menikah, hidup sangat layak untuk dinikmati.Oke, telur puyuh. Mengapa telur puyuh? Hem, sejak menjalani aktifitas PP alias Pulang Pergi (Surabaya-Lamongan) via bus, aku jatuh cinta lagi dengan telur puyuh.

Mengapa jatuh cinta lagi? Iya, lagi. Karena sejak kuliah, saya sudah vakum alias berhenti mengkonsumsi telur puyuh. Berasa tiba-tiba ga doyan dan bukan lagi menjadi makanan favorit. Padahal sejak kecil (masa paling kecil yang sudah mulai bisa keinget), mmm kalau ga salah sejak sebelum masuk TK deh, telur puyuh adalah jajanan favoritku. Sebelum masa itu, aku tak inget apakah sudah mulai kenal dengan telur puyuh atau tidak.

Beda dengan telur ayam, telur bebek, telur asin, saya kurang berminat jika untuk fungsi ngemil. Telur puyuh tidak berasa amis dan tidak membosankan. Mungkin karena bentuknya yang kecil, berasa seperti camilan, atau juga karena warna kuning telurnya tidak terlalu mencolok. Wes pokoknya telur puyuh I like it.🙂

Mengapa Bus? Ya karena di sanalah biasanya ada penjal telur puyuh keliling dalam bus. Bus yang setia mengantarkanku menuju rumahku surgaku itu tak jarang dimasuki pedagang keliling. Hanya telur puyuh yang menyihir perhatianku. Berawal dari rasa lapar, akhirnya menjadi kebiasaan yang ku rindukan. Setiap masuk bus, saya selalu menanti si telur puyuh lewat.

Jika tidak di bus? Hem, yang jelas saya tidak mau merebus telur puyuh sendiri. Sejak kecil seperti itu yang saya ingat. Saya suka telur puyuh yang sudah direbus dan siap makan. Saya tidak suka telur puyuh yang dijadikan hidangan kreatif, campuaran sayur sup, sate telur puyuh, isi baso, dll.. Jika sedang libur ngampus, saya selalu menuju gerbang perumahan (My lovely Graha Indah). Nah di sanalah biasanya mangkal si Om tukang sayur dengan telur puyuh sebagai pelengkap dagangannya. Tidak usah terlalu banyak, cukup 3 butir saja yang saya makan setiap beli.

Setiap hari telur puyuh? Yah, karena hampir setiap hari saya ingin makan telur puyuh, saya jadi berfikir kandungan gizi dan efek sampingnya. Maklum sudah tua jadi harus memikirkan dampak dari setiap makanan yang dimakan, hehe..Ternyata saya baru tahu bahwa telur puyuh itu sangat bagus untuk otak baik dari untuk janin, wanita menjelang hamil, anak-anak, bahkan lansia. Nah saya sekarang ini masuk kategori yang mana ya? Wanita pra hamil kah? Semoga…🙂

Pengen tahu? Berbagi yukkk!!!

Dilihat dari nilai gizinya, Telur Puyuh tidak kalah dari telur ayam atau telur bebek.
Telur puyuh merupakan sumber protein terbaik.100 gram Telur Puyuh mengandung 13,05 gram protein, sedikit lebih tinggi dari telur ayam maupun telur bebek.

Berturut-turut perbedaan susunan protein, lemak, karbohidrat, dan abu (dalam %) telur puyuh dibandingkan dengan telur ternak unggas lainnya:

Ayam ras : 12,7; 11,3; 0,9; 1,0
Ayam buras: 13,4; 10,3; 0,9; 1,0
Itik:     13,3; 14,5; 0,7; 1,1
Angsa:   13,9; 13,3; 1,5; 1,1
Merpati:   13,8; 12,0; 0,8; 0,9
Kalkun:   13,1; 11,8; 1,7; 0,8
Puyuh:   13,1; 11,1; 1,0; 1,1

Selain protein, lemak, vitamin, dan mineral, telur puyuh juga kaya akan kolin. Kolin berperan penting didalam tubuh, terutama bagi perkembangan fungsi otak. Hal tersebut berkaitan dengan peran kolin sebagai komponen asetikolin yang berfungsi sebagai pengantar sinyal saraf.
Asupan kolin yang cukup akan membantu kerja sinyal saraf pada otak, sehingga dapat memperkuat daya ingat anak-anak dan menghindari kepikunan pada orang lanjut usia.

Ibu-ibu yang sedang dalam taraf pra kehamilan hingga menyusui, sebaiknya mulai mengonsumsi makanan sumber kolin, seperti telur puyuh, dalam jumlah cukup banyak. Hal tersebut penting untuk mendukung perkembangan otak janin.

Selain itu asupan kolin yang cukup pada saat kehamilan juga dapat mengurangi resiko kematian sel pada janin, yang berarti mengurangi kemungkinan bayi cacat dan keguguran. (sumber:GHS-gizi/jum)

Kesimpulannya, telur puyuh sangat dianjurkan untuk anak-anak yang sedang dalam tahap pertumbuhan ataupun ibu-ibu pada masa kehamilan dan menyusui. Orangtua juga dianjurkan untuk mengonsumsi telur puyuh, asalkan tidak mempunyai kadar kolesterol tinggi atau menderita obesitas.

Mau selengkapnya? Silahkan  Cekidot.

Comments
  1. wanda says:

    sippp makan telur puyuh yg banyak jg ah..
    tante titin dapet salam dari calon ponakan😀

    sdh berapa bulan Tin ?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s