Tiket Saya Hilang-Trik Mengelabui Satpam Kereta

Posted: October 20, 2011 in Cerita-cerita

Trik “nakal’, jangan ditiru untuk kecurangan, tapi boleh ditiru dalam kondisi benar. Lho maksudnya gimana sih kalimat tersebut? Hehe, jadi begini, saya kasih sedikit cerita ya? Simak, cukup simak saja, jangan beri komentar dulu, xixixixi.

Ceritanya saya sudah tiba di stasiun jauh lebih awal dari jadwal keberangkatan kereta alias komuter. masih 2 jam menuju keberangkatan. OMG, saya salah tafsiran. Saya pikir saya akan menghabiskan waktu di jalan karena Surabaya macet, tapi ternyata perjalanan aman terkendali, lancar, tidak sampai setengah jam saya sudah sampai di stasiun. Ehmm tapi selain itu sih, saya sudah bosen dan jenuh duduk berlama-lama di kampus. Jadi saya mengambil keputusan itu. Benar atau salah? Bukan itu yang harus dijawab.

What should i do Untuk membunuh waktu, saya sengaja ambil posisi santai, rapi-dapi motor yang akan saya tidurkan berhari-hari di parkiran stasiun, jaket ikat dengan aman, dan pastikan posisi motor strategis dalam artian tidak digeser-geser member parkir lainnya. Bertemu dengan tukang parkir yang menurut saya wellcome banget. saya putuskan duduk di kursi parkiran yang sangat nyaman. Kenapa? ya karena anginnya yang sepoi-sepoi jauh membuat saya rilex daripada ruang kelas kuliah yang AC nya sekarat alias mati hidup, mati hidup (komen salah satu mahasiswa : kelas apaan? S2 udah mahal bayarnya, kelasnya macam begini, xixixix ).

Karena sudah merasa nyaman, saya buka laptop, dan membaca salah satu tugas kuliah. Tapi indomie tukang parkir menggiurkan saya untuk ikut menikmati. Akhirnya saya pesan satu mangkuk indomie rasa kare. Pas saya makan, datanglah seorang Bapak yang  juga hendak naik komuter. Kami menuju loket bersama. Beliau berpesan, “mbak, hp dan tiketnya jangan di taruh helm begitu, nanti jatuh”. Hehe, pikir saya hp nya saja yang saya selamatkan, tiket buat kipas-kipas, lumayan. xixixi.

Grrr, karena menuju komuter berdesak-desakan orang berebut kursi, jatuhlah tiket saya itu. Saya mulai cemas ketika seorang penumpang lain bilang jika tidak bawa tiket, bisa diturunkan ditengah2 perjalanan. Grek grek. Saya berharap tidak ada pemeriksaan tiket, karena ya memang kadang-kadang tidak diperiksa. Tapi cemas sedikit meningkat ketika saya melihat seseorang berjalan dengan seragam satpam, dan suasana komuter tidak terlalu dipadati dengan penumpang. Grr diperiksa beneran. Akhirnya saya memutuskan melakukan hal ini.

Pura-pura tidur, dengan pose yang seperti kelelahan tapi tenang, mupol alias muka polos, tapi tulus dan wajah jujur. Bisa kan membayangkan? Selain itu, jangan lupa berdoa dalam hati, dan pasrah. Tapi ini yang paling penting, yakin bahwa satpam tidak akan membangunkan tidur Anda, yakin pokoknya yakin saya ya. Insya Alloh sukses.

Alhamdulillah saya sukses melewati masa kritis itu. Suami mencemaskan di rumah. Maaf ya, bukan bermaksud ceroboh, tapi memang harus diperbaiki. I promise.🙂.

Eits, peran belum berakhir, dua orang yang duduk di sebelah saya sudah tidak tahan melihat akting saya. Sudah bersih keras membungkan mulutnya untuk menyembunyikan tawanya. Saya yang sedang menahan geli ingin tertawa juga, hampir gagal.Tapi harus bertahan, karena satpam masih bergerilya di depan saya. Setelah berlalu, tetapi masih dalam satu gerbong, saya tertawa sambil bilang “yes”, puas karena berhasil. Tapi kaget, seketika satpam berbalik dan mendekat arah saya. Aduh saya seketika langsung kembali akting, saya pikir si satpam tahu bahwa saya sudah bangun. Aman, ternyata dia menuju pintu dan hendak keluar….xixixixix

Welldone today…

NB : jangan, jangan dicontoh jika tidak karena terpaksa. Membeli tiket tetap wajib dilakukan. Kisah di atas bukan untuk berbohong, tetapi untuk menyelamtkan diri karena kehilangan senjata🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s