Tak Pernah Sendiri Lagi, My Great

Posted: December 10, 2011 in Cerita-cerita, Keluarga

Tidak ada yang pasti di dunia ini (mungkin). Tapi yang pasti sekarang adalah Sabtu, 10 Desember 2011. Hehehe….Lagi-lagi saya hanya melewatkan weekend dengan begitu saja, tanpa karya tanpa progress. Kali ini, ditemani suara tak tik tuk tetes air di kran kamar mandi. Di seberang sana sesekali ada suara motor berlalu. Kadang terdengar suara cetak cetok tetangga yang sedang benerin rumahnya.

Hem, tentu ada yang beda. Sejak saya dinyatakan positif  oleh dokter 22 November lalu (alhamdulllah sudah usia 6 minggu), berarti sekarang sudah sekitar 8 minggu ya, hem saya tidak pernah merasa sendiri. Kemanapun saya pergi, di manapun saya berada, dia pasti selalu ada disana🙂. Saya selalu mengajaknya bercakap, sepertinya selalu update urusan bundanya. Pun hari ini, kompleks perumahan yang sepi bahkan sangat sepi sekali terutama kalau weekend, dia tetap menjadi teman setia saya. Kami sedang menunggu ayah pulang, dengan sejuta senyum dan keceriaan yang akan mengisi rumah kami. Ayah, cepet pulang ya, lama bener rapatnya🙂.

Dia tahu, hari ini saya tentu dalam kondisi yang unwell. Jangan nakal ya nak, kita jalani hari-hari ini terus dengan semangat. Ayuk berjuang, dan jadilah jagoan yang lebih dari kami.🙂. Hehehe… Mudah-mudahan tak pernah jenuh kalau masih sering diajak komuteran, motoran, begadang ngerjakan tugas. Mudah-mudahan semakin menjadi obat kuatnya. Amien….

Saya nikmati proses ini, gawane dan pernak perniknya. Ayuk dinikmati bersama, sekalipun dalam bentuk yang berbeda. Saya bangga dan sangat menanti kehadirannya. Saya tidak pernah keberatan untuk membawanya kemanapun. Saya ingin menjaganya dari apapun. Hem, jika ditanya apakah ini saat yang tepat? Tidak ada pemilihan waktu terbaik selain apa yang dipilihkan olehNya. Jika Alloh menjadikan saya in pregnant dalam usia 24 ini, dalam status mahasiswa pasca, yah mengapa tidak? Inilah yang terbaik, dan saya yakin, kami yakin.

Apa sudah siap? Semuanya pasti ada saat-saat pertama. Bagi wanita yang belum berpengalaman, tentu saya harus banyak proses belajar. Hamil muda di pengalaman pertama mungkin bukan hal yang gampang. Semua orang memiliki kondisi masing-masing. Namun apapun kondisinya saya siap. Saya akan selalu siap menjalani dan menghabikan sisa waktu ini. Tentu saja dengan dukunganmu suamiku sayang…

Mungkin orang yang pertama dan sering direpotkan adalah engkau, suamiku. Satu-satunya orang paling dekat, pastilah saya banyak menjadi tempat bersandar. Rintihan manja, rintihan sakit, dan banyak emosi lainnya yang mungkin itu sangat tidak berkenan. Maafkan saya jika semua itu terjadi. Hehehe, tapi ayuk kita lewati bersama, kita nikmati proses ini.

Hem, my hubby, my baby, my Great, kalian adalah bagian yang lebih dari indah. Terimakasih atas kehadiran, kalian selalu di sisi. Kini ku tak pernah sendiri lagi….

Comments
  1. xsupri05 says:

    waww.. cepet banget.. selamat yaw..🙂

  2. AMS Rahman says:

    i love u, yang sabar y!!pahalanya kuadrat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s