Menikah itu….

Posted: February 9, 2012 in Cerita-cerita, Nikah
Tags: , , , ,

Menikah itu, memiliki pasangan hidup yang akan kita ajak menghabiskan hari-hari, detik demi detik waktu baik untuk suka maupun duka. Setuju? Mungkin ada yang tidak setuju. Menikah itu bukankah menyempurnakan bagian hidup anda yang kurang? Menikah itu mengobati hati yang galau gelisah. Dan menikah itu indah. Ya, mungkin masih banyak lagi definisi menikah bagi setiap orang. Yang jelas menikah adalah mengubah status kita dari sendiri menjadi tidak sendiri lagi. Pun bisa menjadi perubahan status KTP, kartu keluarga, bahkan mengubah profesi serta tempat tinggal Anda. Tapi satu pertanyaan besar, apakah menikah mengubah status kita sebagai anak dari orang tua yang sudah bertahun-tahun berperan penting dalam hidup kita?

Hem, ulas mengulas perihal itu rasanya sedih-sedih seneng. Di satu sisi, bangga telah berani memisahkan diri mengambil keputusan untuk menjalani hidup mandiri bersama pasangan, berani membentuk keluarga kecil. Huh, rasanya saya kala itu, kala ijab qobul terucap dari suami dan Bapak saya, bahkan malam menjelang hari besar itu, rasanya saya tak tahu harus berasa apa. Masak iya saya yang konon masih menjadi anak, kini harus menghadapi masa menjadi calon orang tua. Bismillah, inilah hidup harus terus maju dan berkembang.

Hem, rasanya menikah bagi seorang istri itu menjadi makmum dalam sebuah barisan sholat yang lain. Dulu imamku adalah orang tuaku, apapun orang tua adalah kiblat pertama untuk permohonan ijin, diskusi, tukar pendapat, dan keluh kesah, atau berbagi apapun. Sekarang saya sedang berada di barisan tempat sholat yang lain. Di masjid yang berbeda, di sebuah wilayah yang berbeda, dengan imam yang kini aku sebut suamiku. Appaun yang hendak aku lakukan, apapaun yang ingin aku putuskan, dialah orang pertama pengetok palu persetujuan. Sungguh aku ingin menempatkannya sebagai imam dalam hidupku, mengabdikan keseharian dan baktiku padanya. Kemanapun dia melangkah sesuai syarat dan rukunnya, aku ikut. Ketika dia khilaf dan aku dalam kondisi ingat, tugasku menegurnya. Yah, selayaknya tugas makmum bukan.

Bagi perempuan, pernikahan itu ibarat seperti itu. Menjadi imam dari suami, selebihnya selepas sholat, doa dan pengharapan, tak luput dihantarkan untuk orang tua, sungguh demikianlah. Yah, begitulah saya sekarang ini. Hanya sebatas doa yang selalu dan masih bisa saya berikan untuk kedua orang tua, meraka yang sangat berjasa dalam hidup saya, terimakasih telah mengantarkan saya menuju pernikahan ini, terimakasih. Maafkan saya belum mampu membalas apapun.

Orang tuaku tercinta, kini anakmu telah berada disebuah bahtera baru yang pasti akan kokoh berkat bekal dan doa serta dukunganmu. Selalu ingat petuahmu, tak mudah menyatukan dua pikiran dari dua kepala yang berbeda. Tapi ini pelajaran yang indah dan berharga. Perbedaan kebiasaan, sikap, bahkan prinsip menjadi poin-poin pelajaran yang harus segera dipahami. Pangestunipun.

Suamiku. Terimakasih hari-hari selama kurang lebih 5 bulan bersamamu adalah saat-saat yang sangat indah, lebih dari indah. Banyak hal yang menjadikan saya kurang dihadapanmu. Maafkan saya. Tapi suamiku, ketahuliah saya sangat menyayangimu, menghawatirkanmu setiap tidak bersamamu, dan ingin selalu mencintaimu. Saya ingin dipahami sebagai istri dan juga sebagai anak dari seorang orang tua. Oleh sebab itu, sebisa mungkin sekuat saya ingin selalu memahamimu, mengertimu. Saya hanya ingin menjadi makmum yang baik dalam barisan sholatmu, dan juga ingin menjadi anak yang selalu berbakti kepada mereka, kedua orang tuaku. Semakin engkau memahami inginku, saya semakin mencintaimu. Terimakasih atas segala pengorbanan dan kasih sayangmu. I love u. Do you love me?

With Love….

Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s