Masak itu…

Posted: February 10, 2012 in Cerita-cerita, Keluarga
Tags:

Segala seseatu pasti memiliki resiko masing-masing, entah besar atau kecil, entah itu hampir tidak beresiko sama sekalipun. Yang pasti semua pekerjaan ada kemungkinan untuk memiliki resiko. Orang mencangkul resikonya bisa kecangkul jika tidak berhati-hati. Orang mengemudi bisa tabrakan jika sedang mengantuk atau ceroboh. Bahkan kerja di pemerintahan bisa-bisa terlibat korupsi dan lain sebagainya. Pun dengan memasak. Memasak itu penuh dengan cita, rasa dan karsa. Hem, pasti ada resikonya. Ngiris kunyit bisa menjadi pewarna tangan, ngiris bawang bisa bau bawah, berisihin ikan bisa-bisa kena duri atau sisiknya. Macam-macamlah. Tapi itulah seninya Ibu Rumah Tangga (IRT). Dulu semasam bujang, mungkin masak ala kadarnya saja lah, dengan porsi secukupnya. Kalau lagi malas ya sudah tinggal beli saja tak usah memasak. Masak yang gampang-gampang, yang sesuai lidah, masa bodoh dengan selera orang lain, toh makanan bakal kita sendiri yang ngabisin, soal rasa enak ga enak ya pasti ga tegalah buang masakan sendiri, iya kan? Entahlah, tapi saya demikian adanya terdahulu.

Kini, setelah menikah, mau ndak mau saya memiliki profesi baru, Ibu Rumah Tangga. Mau ga mau pula saya memiliki kewajiban baru dalam kantor saya dengan jabatan IRT. Tugas saya adalah mencukupi kebutuhan perut penghuni rumah. Dan yang paling penting, saya tidak boleh egois. Masak iya tiap hari saya harus bikin sayur sup? Atau harus beli di luar dengan alasan tidak bisa memasak? Hem, mungkin ada lagi, karena sibuk kuliah yang harus berangkat pagi dan pulang sore, lantas gugur kewajiban saya itu? Aduh tragis banget nasib suami saya dunk? Hehe… Lalu bagaimana?

Jadi begini, awal-awalnya saya semangat banget ribut di dapur, sering pula dibantu suami. Semangat masak apapun yang saya bisa lah. Andalannya ya tumis, itu paling mudah. Seneng bisa menyiapkan sarapan dan makan suami. Soal rasa ya lumayan lah, pokoknya ga ancur-ancur banget. Lama-lama saya bosan memasak karena saya capek karena aktifitas saya. Terkadang saya sebel banget kalau harus masak ketika baru datang, ingin rasanya saya cabik-cabik bumbu yang ada. Saya juga bosan dengan menu-menu yang sedikit sekali saya koleksi. Hemmm, membosankan….Alhasil rasa pun ikut hancur…

Suami suka banget dengan sayur lodeh. Seumur hidup saya tidak penah coba-coba masakan yang mengandung santan, apalagi menyukainya. Kurang suka, jd buat apa saya memasaknya. Dan suatu hari, datanglah saya harus masak lodeh. Bener-bener tak beraturan, entah kuah entah jamu itu rasa. Parah banget, padahal saya sudah masak dalam porsi yang lumayan. Trauma sejak saat itulah saya tidak memasaknya lagi.

Mengenaskan sekali saya menjalankan peran saya. Bagaimana kelak saya menjamu tamu atau bahkan lebih tragisnya lagi bagaimana jika saya sudah memiliki anak? Saya sedikit merenung. Klo saya terus egois tidak berani mencoba menu baru, kalau saya tidak dengan senang hati mengutak-atik peralatan dapur itu, klo saya tidak dengan ringan tangan menyalakan kompor, lantas mau jadi apa saya? Hoho..

Bismillah, dan inilah saya sekarang. Saya telah menemukan rahasianya, cie rahasia. Iyah, memasak itu harus dengan cinta dan senang hati. Rasa pasti mengikuti. Masak itu tidak boleh egois dan harus berani mencoba. Rasa pasti maknyus dah. Masak itu tidak perlu sedetil mencari resep, dulu bahkan tiap haris saya telp ibu atau buka internet, mecari resep apa yang akan saya masak. Nope, masak itu just simple, ya semua bumbu lengkap yang ada, sedikit dikira-kira, main feeling boleh, dan lama-lama jari akan lemah gemulai untuk meracik dan menemukan sendiri bumbu yang tepat. Just it, rasa pasti memuaskan. Yah, sekitar 2 minggu libur, saya memuaskan diri untuk bereksperimen, dan saya tidak takut lagi main mencoba. Bahkan saya rela melawan rasa jijik saya ketika membersihkan ikan, seafood, dan sejenisnya yang pasti dulu saya benci banget. Hem, sayur lodeh lewat, kothok gampang, udang asam pedes maknyus. Hehehe…

Hem, semua itu belum maksimal. Masih banyak hal yang harus saya perbaiki demi menjadi IRT yang baik meski tidak sempurna. Yang penting masak, soal rasa pasti enak.๐Ÿ™‚.. Okey, permisi dulu ya mau eksperimen masak tumis pare sama oncom, efek 2 tahun sama orang sunda, jadi kangen menu-menu itu๐Ÿ™‚

With Love…

Comments
  1. xsupri05 says:

    jadi pengen ngicipin masakannya.. awas ya klo ndak enak…๐Ÿ˜‰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s