Dear My Love

Posted: February 26, 2012 in CINTA
Tags: , , , ,

Hari Kemarin,

Dear my love,
Berhari-hari tidak bertemu denganmu, membuatku tak merasa sedih karena dibalik perpisahan jarak dan waktu itu, ada sebongkah rindu yang mendalam. Saya merasa sangat optimis bahagia melepas rindu ketika bertemu denganmu. Membayangkan wajahmu yang menggemaskan, kebersamaan yang indah, membuat saya tersenyum, tak sabar menjemput pertemuan itu.


Dear  my love,
Masih teringat betul dalam benak saya, dalam ingatan segar saya. Tempo dulu sebelum kita menjadi halal, rasanya tak sabar menunggu hari suci itu. Hari demi hari, bulan demi bulan kita habiskan dari jauh. Ingin rasanya membunuh waktu itu dengan cepat, dengan tak terasa lamanya. Dahulu, kita sangat kuat, sama-sama berpuasa dan berharap segera berbuka bersama. Bayangan-bayangan indah, masa depan yang selalu dipenuhi dengan kebahagiaan dan ibadah membuat kita semakin kuat. Sudah taidak sabar menjemput hari-hari indah.

Dear my love,
Jauh di mata, namun dekat di hati. Itu yang benar-benar pernah kita rasakan. Tidak pernah bertatap fisik dalam nyata, namun seperti begitu dekat, dari hati ke hati, setiap waktu engkau selalu ada dan tak pernah membiarkan saya seorang diri. Menghabiskan waktu yang luang, menepis sepi, kapanpun, selalu ada dirimu dalam setiap aktifitasku.

Dear my love,
Kini, detik ini kita sudah melewati semua itu. Perpisahan hanya beberapa hari karena urusan sebuah pekerjaan, sungguh membuat saya ingin tetap manja, seolah tetap tak mau ditinggalkan. Tapi itu mustahil. Kulepas kepergian sementaramu dengan bekal harapan pertemuan yang semakin memperkuat cinta kita.

Dear my love,
Dalam pengharapanku itu, ingin segera kuberikan seluruh rasa rinduku untuk segera engkau obati dengan cinta dan segala perlakuan lembutmu. Kuterima telpon singkat yang tidak romantis sama sekali, itu bukan soal. Semua akan sirna dengan obat yang kau berikan ketima bertemu bukan? Ingin kupandangi terus wajahmu, menambah rasa syukur betapa kita telah bersatu. Ingin kudengar seluruh cerita dan celoteh riang, keluh dan juga kesahmu. Ingin pula ku obati seluruh penat dan letihmu.

Dear my love,
Tapi kini, dari balik cermin yang jujur ini, kupandangi engkau yang sedang pulas dalam sweet dream mu. Mimpi indahkah engkau malam ini? Semoga. Semoga seluruh jerih payah dan pengorbananmu tak pernah sia-sia.

Dear my love,
Malam yang panjang ini sejujurnya ingin kuhabiskan dalam nyata kita. Menebus semua waktu yang kita curahkan untuk hal lain. Kota kecil tempat kita membangun bahtera cinta, bukan menjadi alasan berdiam di rumah. Kota kecil ini sejatinya sungguh damai dan tenang, namun semua itu akan menjadi menyedihkan jika sebuah kesendirian menghampiri. Banyak orang yang tidak betah karena tak adanya pusat huburan dan perbelanjaan. Tak ada mall, bioskop, tempat nongkrong, kafe, dan lain sebagainya. Kita tak pernah ribut soal itu. Kehadiranmu lebih dari semua penawaran mewah dari kota-kota besar.

Dear my love,
Semoga, tak pernah letih engkau memahamiku. Tak pernah surut kasih perhatianmu, dan tak pernah hilang segala kelembutanmu. Tetaplah seperti dulu menjadi pahlawan yang aku banggakan. Tetaplah hadir sebagai pangeran yang berhati mulia.

With Love,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s