Masih Kuharap Kembalinya

Posted: April 11, 2012 in Cerita-cerita

Sudah sebulan lebih aku menantinya kembali. Tapi hingga detik ini tak kunjung jua ada yang menguhubungiku untuk memberitahu keberadaannya. Hem kemanakah engkau si putih yang mungil. Sudah berpindah ke tangan orang lain kah, atau malah tersembunyi di suatu tempat yang tak terjamah manusia. Malang sekali nasibmu. Yah, 5 maret yang lalu kebersamaan terakhirku bersama si putih yang terbalut baju merahnya, E63. HP kesayanganku, hasil jerih payahku, hem yang penuh dengan kenangan dan saksi-saksi serentetan peristiwa sejak aku di Jakarta hingga sekembalinya aku ke kampung halaman ini, terpaksa harus aku ikhlaskan kepergiannya.

Kala itu, siang hari sekitar jam 2 lewat, aku mampir ke sebuah tempat potokopi di depan MAN Lamongan. Agak lama memang pengerjaan potokopinya, padahal hanya beberapa lembar. Karena lama, jadilah seorang bapak separoh baya yang juga pelangga, mengajak saya ngobrol, saya menjawab seperlunya. Hamil ya mbak? Anak ke berapa? Bla bla bla..Tampak sekilas saya melihat dokumen yang dibawanya, beliau adalah seorang guru di sebuah Madrasah di Lamongan, tidak saya ingat tepatnya di mana, dan siapa pula nama beliau. Merasa kelamaan menunggu, suami saya keluar dari mobil, menegur saya kenapa lama sekali. Saya juga mengeluhkan ketidakprofesionalan tukang potokopi dan kurang rapihnya dalam bekerja. Dokumen-dokumen persyaratan untuk pembelian si merah yang gesit itu, Vario klasik itupun tidak terpotokopi sesuai dengan harapan.

Sesaat sebelum suamiku turun dari mobil itu, aku sempat membalas sms dari adikku yang perjalanan pulang dari wisata Yogya.  Mungkin karena sibuk menata dokumen dan menjawab teguran suami, akhirnya Hp saya tertumpuk oleh kertas-kertas lain yang hendak dipotokopi. Dengan entengnya saya meninggalkan lokasi potokopi menuju agen sepeda motor. DI tengah perjalanan yang tidak jauh dari lokais potokopi, saya mencari Hp saya, nihil. Tidak ada di mobil, tas, maupun saku saya. Saya mencoba menelpon, masih aktif. Saya sedikit tenang, berbaik sangka pasti tertinggal di tempat potokopi dan diamankan oleh pekerjanya. Suami sudah gelisah, menawarkan untuk segera melucur ke potokopi, tetapi saya meyakinkan bahwa “all is well”. Saya mengejar waktu takutnya agen sepeda motor tutup, sementara lokasi kami juga sudah dekat, nanggung kalau harus putar balik karena jalan tampak ramai.

Di agen sepeda motor, suami sudah menawarkan untuk sebaiknya mengurus keberadaan Hp, bahkan suami sudah meminjamkan motor kepada petugas agen, agar lebih cepat maksudnya begitu. Lagi-lagi saya dengan tenangnya menolak usul suami. Saya ga kebayang sedikitpun akan berpisah dengan Hp saya itu.

Raib. Ketika menuju potokopi, saya juga masih tidak percaya ketika mendengar jawaban petugasnya. Mereka bilang tadinya melihat Hp saya tetapi tidak mengamankan karena sibuk dengan pekerjaannya. Pemilik potokopi yang baik hati mencoba menghubungi Bapak yang tadinya mengajak saya mengobrol, karena setelah saya deskripsikan ternyata pemilik potokopi mengenal beliau. Beliau juga merasa melihat Hp saya, tapi ya sekedar melihat. Hem, sudah saya telp berkali-kali tetap aktif, bahkan hingga seminggu setelahnya. Saya sempat mencurigai pekerja potokopi yang tidak ramah, bahkan berfikir Hp saya tersesat ke sebuah tempat yang tidak diketahui oleh manusia, kebawa dalam tas Bapak yang mengajak saya ngobrol, atau terjatuh di kolong meja potokopi.

Akhirnya berdasar sara suami, khawatir nomor disalahgunakan, akhirnya saya ke galeri indosat, mengurus kembali kartu baru dengan nomor yang sama. Saya pun harus merelakannya pergi, tapi hingga hari ini masih belum percaya, masih berharap kembali. Hem, mungkinkah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s