Jaga Bumil

Posted: April 14, 2012 in Cerita-cerita, CINTA, Keluarga, Tentang Pria, Tentang Wanita

Hamil itu memang hal yang menakjubkan. Saya rasa bukan hanya bagi calon ibu, tapi juga calon ayah. Bukan juga pada saat kehamilan pertama saja, namun juga kehamilan berikutnya. Mengapa? Banyak yang dapat menjadi jawabannya. Bagi yang pertama mengalaminya, tentu saja itu adalah sebuah kebanggaan agung karena berhasil menjadi kepercayaan Alloh untuk diitipkan benih dalam rahimnya. Pertanda bahwa pasangan suami istri dalam kondisi yang produktif dan subur alias tidak mandul. Senang bukan? Berikutnya, titipan yang Alloh berikan itu bukan cuma-Cuma lho, bukan untuk sekedar bangga-banggaan, bukan juga untuk pamer. Titipan tersebut lebih dari mutiara paling indah yang harus dijaga, diamankan, dirawat, dan diperhatikan penuh.

Bagi ibu hamil, siangnya dianggap puasa, malamnya dianggap jihad, begitu selalu petuah suamiku, memberi semangat padaku tiap kali aku mendapatkan sedikit keluhan seperti sakit pinggang, kram, dan kadang bingung mencari posisi yang nyaman untuk beristrirahat.

Bagi suami, mendampingi istri hamil adalah ladang pahala. Mereka akan diuji kesabaran dan ketangguhannya dalam memperjuangkan buah hatinya. Mana kala istri ngidam sesuatu yang susah, hendaknya suami tak malas beranjak, bahkan ke ujung dunia pun dicari. Ibaratnya seperti itu. Tak peduli waktu dan tempat, bagaimanapun caranya harus dapat. Ketika melihat istri kurang berselera makan, semua cara dikerahkan untuk membangkitkan selera makan. Karena satu-satunya asupan gizi calon bayi adalah melalui ibu.

Bagi pasangan yang sudah lama hidup bersama, mungkin hal ini mudah untuk dibedakan. Sensitifitas dan emosional ibu hamil. Ada yang bilang, ketika hamil, wanita mengalami perubahan hormon yang membuat dia terkadang mudah sensitif. Dalam hal ini, menurut saya suami harus peka. Mereka yang sudah lama hidup bersama mungkin sudah hafal bagaimana karakter dan habit istrinya sebelum hamil, sehingga ketika hamil hal itu mudah disadari oleh suami, ooo ini mungkin bawaan hamil, ooo mungkin begini begitu. Nah, repotnya bagi pasangan yang baru, namun kemudian Alloh langsung menitipkan benih pada mereka, maka ini bisa menjadi gampang-gampang susah. Sama-sama tidak menyadari apa yang terjadi, karena suami kurang peka, istri yang memang seorang wanita yang kadang implisit, suka jual mahal, suka tidak to the point, akhirnya terjadilah konflik. Wah, ini berbahaya lho. Kasihan si jabang bayi lho. Sedikit banyak kondisi orang tua diluar dunia bayi ini berpengaruh. Maka dari itu, hal ini harus benar-benar diperhatikan.

Suami harus pintar-pintar memahami wanita. Jaga agar jangan sampai istri menjadi BT, marah, cemberut, apalagi menangis. Kalau bisa tiada hari tanpa tersenyum bukan hanya pada saat hamil namun selamanya. Hem, saya sendiri sedang belajar untuk itu semua. Tidak mudah namun pasti bisa. Tidak mudah menjadi ibu yang baik, tapi saya selalu ingin yang terbaik buat anak dan suami. Mudah-mudahan melalui ini, saya dapat menjadi lebih dewasa, lebih baik dan saling mengingatkan. Bagi ibu-ibu yang sedang seru-serunya berbadan dua, mari kita jalani kehamilan ini dengan ceria dan senang, penuh harap dan optimis demo calon generasi yang cerdas dan berbakti.

Momy wanna be, keep fight!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s