Minyak Goreng dan Jari-Jariku

Posted: May 3, 2012 in Cerita-cerita, Keluarga
Tags: ,

Peristiwa. Ya, saya menganggap ini adalah salah satu peristiwa yang perlu saya catat dalam sejarah hidup saya. Untuk introspeksi, untuk pengingat, dan untuk kenang-kenangan. Hehe. Pagi itu (Selasa, 1 Mei 2012), tepat hari pertama di bulan Mei tahun ini, saya semangat sekali mengawali pagi itu. Sudah menyalakan laptop bermaksud untuk mengerjakan tugas sesusai sholat shubuh, tetapi teringat suami pengen makan tempe tepung. Dengan semangat saya tinggalkan laptop dan menuju dapur, mengawali prosesi memasak.

Tempe tepung usai, cukup cepat. Lalu saya ingin memasak tumis. Tahu kan, tumis hanya butuh sedikit minyak goreng. Sedangkan sisa minyak untuk tempe tepung masih tersisa cukup banyak di wajan penggorengan. Tanpa mematikan api, saya mengambil mangkuk kecil melamin itu. Dengan santainya saya tuangkan sedikit demi sedikit minyak goreng melalui sotel ke dalam mangkuk. Memang posisi meja dapur sedikit terlalu tinggi untuk ukuran saya. Kali ini saya tidak menggunakan kursi penyangga. Ketika tuangan terakhir, saya agak goyah, akhirnya tumpahlah satu sutil minyak goreng mendidih itu ke jari-jari kiri saya. Karena panas, dengan spontan saya melepas mangkuk yang juga berisi minyak mendidih itu. Ya sudahlah, meratalah minyak ke telapak dan jari tangan saya.

Saya loncat histeris ke dalam kamar mandi yang kebetulan sangat dekat dengan dapur. Karena panik dan saking panasnya bercampur dengan bayangan tangan saya bakal melepuh, saya tuangkan odol merata ke area yang terluka. Suami yang tekejut langsung mengalirkan bensin ke dalam baskom dari sepeda motor. Kesalahan saya menggunakan odol tersebut langsung disuruh suami untuk membersihkan dan diganti dengan rendaman bensin. Ini pertolongan pertama yang diyakini suami lebih tepat karena pengalaman yang sudah pernah dilakukan. Saya menangis sejadi-jadinya karena tidak kuat panasnya. Pertolongan berikutnya, suami menuju apotek dan membeli Bioplasenton.

Hem, saya terus menangis menahan panas sampai akhirnya ketiduran. Ke kampus tidak jadi, janji bertemu dengan orang dinas pertanian juga batal. Saya kerjakan tugas dari rumah dan kirim email. Jariku malang jariku sayang, kini masih dalam perawatan. Rasa nyeri dan perih masih sangat terasa. Semoga saja tidak ada sesuatu yang serius dan tidak berbekas terlalu buruk.

Suamiku, terimakasih atas pertolongan pertama, kedua dan seterusnya. Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk lebih berhati-hati, tidak ceroboh, dan tidak bermain api.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s