Es, Bagi Ibu Hamil

Posted: June 3, 2012 in Cerita-cerita

Sabtu, 2 Juni 2012.

Kembali saya berbaring di ruang USG, masih bersama dokter cantik saya, Dr. Trimayanti. Tidak sabar saya ingin melihat perkembangan buah hati saya yang sudah 34 minggu. Bagaimana berat badannya, bagaimana kecukupan air ketubannya. Alhamdulillah semua sehat dan posisi sudah pada jalannya.

Masih 2,2 kg kata dokter. Dan kondisi air ketuban yang cukup. Kembali saya memastikan jenis kelaminnya, alhamdulillah masih sama dengan minggu-minggu sebelumnya. Semakin tidak sabar saya menanti kehadirannya mengisi hari-hari pernikahanku.

Saya sempat gelisah, mengapa berat badannya masih 2,2 kg. Sedangkan saya sejak kehamilan hingga sekarang, berat badan naik 9 kg. Saya utarakan kepada dokter, apakah berat itu terlalu kecil? Dengan bijaknya dokter menjawab.

“Mengapa minta terlalu besar? Justru itu bagus, tidak terlalu besar agar memudahkan ketika persalinan. Saya saja dulu 2,5 kg. Apalagi kita sama-sama kecil. Tenang saja bu, maklum juga karena anak pertama”.

Saya mengangguk tersenyum mendengar jawaban beliau. Saya sempat menanyakan beberapa hal, terutama mitos tentang konsumsi es untuk ibu hamil. Sejak kehamilan 7 bulan, saya yang tidak doyan es tiba-tiba sangat mania dengan kunyah mengunyah es. Es lilin buatan saya sendiri yang hampir memenuhi lemari es, dan kini berganti ke es batu dalam cetakan ktak-kotak, sangat enak untuk dikunyah, hampir sama seperti cemilan yang renyah. Ibu saya selalu memperingatkan agar saya tidak terlalu banyak mengkonsumsi es, demikian pula suami saya sempat khawatir. Berdasar buku yang saya baca, saya meyakinkan bahwa asal es atau air es tidak berasa, itu tidak masalah.

Namun pernyataan dokter kali ini lebih menguatkan lagi. Mau berasa atau tidak berasa, es tidak mempengaruhi kehamilan, tidak membuat bayi tumbuh terlalu besar. Ya, namun sebaiknya segala sesuatu yang berlebihan dihindari, secukupnya saja, sewajarnya saja (pikir saya). Dokter saya bilang bahwa selama hamil, beliau juga gemar minum es, namun hingga persalinan yang ke -4, semua dapat lahir dengan normal. Apalagi apabila sang ibu memiliki aktifitas yang banya dan tidak malas, dipakai berfikir atau apapun, pasti gulanya udah diolah, jadi tenang saja tidak akan menumpuk.

Saya selalu mengutarakan harapan saya kedapa beliau untuk dapat melahirkan dengan normal. Semoga dengan kondisi terakhir janjin di dalam rahim saya ini, semakin memudahkan untuk persalinan.

Setelah menceritakan kepada suami saya, kini saya bebas ngemil es batu.Ya mungkin agak kurang sopan, tapi itu sungguh lezat. Xixixiixx.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s