Optimis Normal

Posted: July 5, 2012 in Putri Kecilku

Dewasa ini, sepertinya operasi caesar merupakan jalan kilat menghadapi persalinan. Operasi caesar menjadi nge-trend dan seolah seperti teknologi HP yang sudah dapat dimiliki semua kalangan. Operasi caesar dengan berbagai pilihan tarif rupanya menjadi sangat familiar bahkan seolah berusaha mendominasi jalan persalinan.

Anehnya bukan hanya karena cara tersebut harus dilalui karena cara bersalin normal sudah tak mampu lagi ditempuh, mungkin karena sesuatu hal. Namun operasi caesar menjadi jalan untuk menghindari rasa sakit dan malas mikir. Mengapa demikian? Beberapa wanita sengaja memilih jalan caesar karena alasan takut sakit, ingin memilih hari dan tanggal sesuai keinginan, atau bahkan ingin menjaga jalan lahir tetap seperti semula. Bagi dokter, kadang asal ceplos dan asal enteng menyarankan pasien untuk caesar dengan berbagai dalih. Misalnya bayi sudah terlalu lama dalam kandungan, khawatir air ketubah keruh, posisi bayi yang tidak memungkinkan normal, kondisi sang ibu, dan lain sebagainya.

Hem, tidak semua dokter seperti itu memang, namun berdasar cerita teman-teman dan khalayak, ada dokter yang memang langganan asal main sobek-sobek perut. Sang pasien yang sudah disodori rasa takut kadang tak kuasa lagi berfikir apalagi menolak saran dokter.

Hem, fenomena seperti itu merupakan salah satu alasan saya untuk tetap kekeh melahirkan di Bidan. Apalagi ayah dan suami juga sepakat, sebaiknya melahirkan di bidan saja. Lebih senior, terampil, dan pasti privat. Jika di rumah sakit, keluarga khawatir penanganan kurang maksimal karena campur tangan mahasiswa magang dan juga jam terbang dokter yang suka keburu. Ditambah banyaknya pasien yang sudah pasti menunggu. Dari situlah sejak awal mindset saya ingin melahirkan di bidan.

Saya optimis saja dapat melahirkan secara normal. Meskipun porsi tubuh saya kecil, namun dokter saya selalu meyakinkan saya untuk mencoba melahirkan secara normal, apalagi masih anak pertama. Saya tetap rutin ke dokter setiap bulan untuk USG dan itung-itung memanfaatkan Askes. Jadi praktis selama sebulan saya cek kandungan dua kali. Tanggal muda ke dokter, dan tanggal tua ke bidan.

Saya hanya tersenyum ketika dokter saya, dr. Trimayanti yang juga mungil seperti saya namun dapat melahirkan ke empat anak-anak nya secara normal, selalu menyarankan saya untuk mengambil jatah pelayanan dengan bersalin melalui pertolongan dokter. Hehe..

Masak mau melahirkan di bidan, di sini saja nanti saya kasih surat keterangan jika mau melahirkan bersama saya sewaktu-waktu. Sudah dapat jatah melahirkan atas pertolongan dokter, mengapa harus bidan? Begitulah selalu tutur dr. Yanti ketika bulan-bulan tua saya periksa.

Hem, akhirnya memang segalanya sesuai dengan keyakinan. Karena bagi saya, keyakinan adalah kekuatan dan kesusksesan. Saya selalu optimis dapat melahirkan secara normal meski bagaimanapun kondisi saya. Dan alhamdulillah keyakinan itu adalah doa yang senantiasa telah di-ijabahi oleh sang Maha pemberi nafas ini. Alhamdulillahirabbil’alamin.

Bagi semua wanita, yakinlah bahwa melahirkan secara normal, memperjuangkan nafas sang buah hati melalui jalan lahir yang sudah dititipkan kedapa kita adalah ‘GREAT’. Itu adalah sesuatu yang luar biasa, kebanggaan yang tak bisa ditebus dengan angka, dan kepuasan seorang wanita. Di sanalah surga, insya alloh. Jangan pernah berfikir untuk mengambil jalan lain senyampang jalan utama masih terbuka lebar, masih sangat bisa untuk dilalui. Selamat berjuang dan berbangga bagi semua wanita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s