Pijatan Suami, Bahasa Cinta

Posted: July 16, 2012 in Putri Kecilku

Senang jika dapat sharing dengan pengalaman masing-masing seputar kehamilan. Meskipun saya bukan dokter, bidan ataupun perawat, namun alhamdulillah dikaruniai banyak teman dengan bervariasi profesi di bidang kesehatan. Ada yang dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, dokter hewan, sampai dosen kesehatan. Lebih lengkap lagi ketika mereka sama-sama sudah melewati fase melahirkan dan menyusui alias merawat anak. Satu hal yang mungkin banyak orang tidak tahu atau bahkan menyepelekan. Terutama bagi kalangan era modern, satu hal ini bisa jadi dianggap tidak penting atau jadul.

Yah, pijatan suami untuk istri pasca melahirkan. Kelihatannya sepele, tradisional, tp justru itu adalah obat yang paling mujarab untuk kesembuhan istri pasca melahirkan. Masa recovery wanita pasca melahirkan, meskipun tidak terasa sakit atau perih seperti sembuh dari luka atau sakit, namun butuh waktu yang panjang untuk menjadikan kondisi tubuh ideal kembali sebagai wanita. Oleh sebab itu, obat, multivitamin, bahkan asupan semahal apapun bisa kalah dengan yang namanya sentuhan hangat dari sang suami.

Suami itu harus mijitin istri setiap hari setelah magrib. Begitu tutur ibu, bulek-bulek, ibu mertua, bahkan teman saya sendiri yang juga seorang perawat.

Walah, kata orang-orang malah kalau habis melahirkan obate cuma dipjet suami. Suamiku tiap pulang kerja mijeti aku. wajib mau. Begitu sharing temanku yang perawat itu.

Obatnya cuma dipijet suami‘, pernyataan itu seolah-olah mengalahkan khasiat obat medis apapun. Padahal dia juga seorang perawat. Harusnya bisa membantah teori tradisional kami, orang jawa. Namun sebaliknya, justru dia sangat setuju.

Bagaimana tidak, saya juga sangat sepaham dengan itu. Bayangkan saja, wanita sudah berhasil melahirkan, itu adalah luar biasa. Saya sangat apresiatif kepada seluruh wanita yang mampu memperjuangkan nyawa buat hatinya untuk mencicipi dunia ini. Perjuangan itu layak dihargai dan ditebus oleh orang yang tak akan pernah merasakannya, yaitu suami masing-masing. Kondisi tubuh wanita pasca melahirkan sangat rapuh. Bukan berarti dia akan gampang sakit, namun pembentukan kondisi idealnya kembali seperti sebelum melahirkan adalah rawan gagal jika tidak dijaga. Ada yang bentuk tubuhnya belok sana sini tidak karuan, ada yang tambah gendut, kurus, keriput, cepat tua, kendor di mana-mana. Makanya, betapa dia layak untuk dimanjakan, dilarang kerja berat, dilarang duduk sembarangan, makan sembarangan, tidur sembarangan. Banyak banget yang harus dijaga.

Siang yang panjang, menjadi waktu terberatnya untukĀ  menanti jam istirahat. Meskipun dari segi medis sangat diperbolehkan, namun masih menjadi tradisi orang jawa untuk tidak melakoninya. Malam yang harusnya menjadi jam nyenyak untuk tidur, namun sang ibu harus siap terjaga kapanpun bayinya terjaga. Siap menyusui dalam kondisi payah bagaimanapun.

Oleh sebab itu, betapa teganya bagi suami yang tak bisa mengerti kondisi istri. Apalagi bagi seorang yang tak biasa bermalas-malasan, pasti tak mau tinggal diam berbaring do nothing. Seperti saya misalnya, he he. Siang hari selalu ada saja yang dikerjakan, tak bisa terlalu merepotkan orang lain. Malam hari baru kerasa betul capeknya, itupun tidak terbiasa tidur lebih awal. Bisa dibayangkan betapa pendeknya jam tidur saya, he he. Tapi saya tidak menyesali hal itu. Betapa beruntungnya saya memiliki suami yang sangat mengerti kondisi saya. Selalu memijat tanpa diminta. Memberikan sentuhan kasih sayangnya. Disinilah letak kekuatan magicnya.

Komunikasi melalui pijatan suami membuat psikis istri lebih stabil, rilex dan merasa begitu disayang dan dimanja. Sentuhan tulusnya menjadikan perasaan bagaimanapun menjadi lebih baik. Betapa istri merasa begitu diperhatikan dan dijaga. Itulah obat termanjur yang pernah ada. Dijamin istri akan semakin sayang pada suami, bangga dan cepat kembali menuju kondisi ideal. Karena sumber dari segala sumber kesembuhan adalah ketentraman hati dan jiwa. Raga hanyalah sebagai alat perantara. Pijatan suami dari raga ke raga akan menjadikan hati dan jiwa yang damai untuk istri, psikis yang akan selalu stabil dan tenang.

Selamat memijat bagi para suami. Pijtan Anda adalah bahasa cinta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s