Saya Tepar Karena Menjadi Pimpinan

Posted: September 12, 2012 in Kisah

Alhamdulillah bertambah lagi pengalaman baru bagi saya. Kepercayaan baru dalam sebuah bidang pekerjaan ini membuat saya semakin optimis untuk melangkah dan terus berusaha untuk menjadi lebih baik dalam bidang saya. Hem, tetapi lebih dari itu. Banyak pelajaran dan pengalaman berharga yang saya peroleh setelah kenal dengan orang-orang baru, komunitas baru. Setelah keluar dari pekerjaan saya di Jakarta, saya pikir saya tidak akan mendapatkan kesempatan lagi untuk hal serupa. Hem, serupa tapi tak sama memang. Kali ini tanggung jawab lebih besar, lebih-lebih tanggung jawab moral. Bingung mungkin seperti apa  jenis pekerjaan yang sedang “current time ” bagi saya ini ya? Hehe, sudahlah tidak usah disimak, simak saja penuturan berikut ini.

Saya diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan seorang pemimpin yang bahkan sangat dikagumi oleh suami saya. Saya pun akhirnya kagum. Beliau ini adalah tipe pemimpin yang sangat “all out”, begitu memperjuangkan umat yang dipimpinnya. Jiwanya masih muda dan selalu ingin maju meski usianya sudah lebih dari separoh abad. Kesejahteraan bawahan juga diperhatikan. Terobosan baru banyak dihasilkan. Networking dengan berbagai kalangan sangat luas. Kepribadian tidak perlu dihiraukan lagi.

Namun satu hal yang sangat disayangkan. Saking hebat dan saking perfectnya, sampai keluarga bahkan dirinya sendiri diabaikan. Bahkan kalau saya boleh meminjam istilah atau pernyataan orang terdekatnya, mungkin orang seperti beliau tidak membutuhkan keluarga atau istri, namun hanya butuh orang yang melayani, menyiapkan baju dan keperluan kerjanya. (sedih banget mendengarnya). Hampir seluruh waktunya dalam 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu didedikasikan untuk umat tempat beliau bekerja. Siang malam seluruh bawahan yang bekerja tak akan luput dari pantauanya. Namun apakah bagus manajemen seperti ini? Saya rasa  akan banyak pihak yang dirugikan, terutama dirinya sendiri dan keluarga. Bisa-bisa akan tepar karena terlalu banyak load yang ditangani. Hehe..

Kawan, tidak ada yang perfect di dunia ini. Si perfect saja masih ada kurangnya. Makanya ambil yang baik dan perbaiki yang buruk. Semoga kita adalah pemimpin yang baik, baik untuk diri sendiri, keluarga, umat, dan agama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s