Mengapa harus sekarang menjadi Ibu?

Posted: December 3, 2012 in Putri Kecilku

Dear blog.

Sore ini, lamongan hujan dengan damainya. Saya menemani si kecil menikmati hujan pertama kalinya. Bilqis begitu terpukau dengan hujan. saya buka gorden kamar, lalu saya biarkan dia memandang dari jendela kamar ke arah turunnya hujan. Sesekali saya menceritakan padanya tentang hujan. Hem, ini adalah sebuah kebahagiaan sayang…

Dear blog.

Di tengah rintikan hujan begini, ditengah keberasaan keluarga kecilku, diantara suami dan buah hatiku, sungguh saya sekali lagi sangat bersyukur. Bagaimana tidak? Ternyata ini adalah hikmah yang selama ini saya tanyakan. Mengapa saya harus hamil di tengah kuliah, dan harus melahirkan serta merawat si kecil di tengah kesibukan saya sebagai mahasiswa s2?

Ya Tuhan, betapa engkau ya Alloh, telah lebih tahu dari hambamu. Alloh lebih memahami semua yang tak dijangkau oleh manusia. Alloh telah mengatur segalanya untukku. Kapan lagi kesempatan ini akan saya dapatkau kalau tidak sekarang?

Ya memang sekarang ini adalah saat yang tepat. Saat yang paling pas bagi saya menjalani peran sebagai ibu baru. Betapa tidak? Ditengah jadwal kuliah yang sangat dapat ditoleransi untuk berbagi dengan tugas sebagai ibu, di tengah pekerjaan yang sangat dapat dijalani dengan tidak begitu menyita waktu, saya dapat benar-benar memaksimalkan waktu untuk belajar menjadi seorang ibu, memenuhi hak buat hati saya, memberikan perhatian ekxtra lembut, dan memenuhi kebutuhan asi ekslusifnya.

Sebagai pemula, saya juga dapat belajar lebih banyak bagaimana memberikan yang terbaik untuk bayi, mulai dari memandikan, menyusui, asi ekslusif, asi perah, dan sebentar lagi MPASI. Tidak kalah pentingnya adalah menjaga dan meningkatkan kecerdasan buah hatiku yang insya alloh dan alhamdulillah adalah bibit unggul.

Dear blog..

Sekali lagi betapa ini semua tidak akan mungkin saya dapati ketika saya dalam kondisi dan status yang berbeda. Dalam kondisi tekanan pekerjaan dengan load yang tinggi mungkin, atau dengan pekerjaan yang menyita 7 hari dalam seminggu waktu saya. Atau mengandalkan waktu cuti yang pada umumnya hanya 3 bulan lamanya. Mustahil saya akan mendapatkan hasil yang lebih maksimal dari ini semua.

Semoga semua ini adalah keberkahan dan yang terbaik bagi kami semua. Amien..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s