MPASI Bulan Pertama Anakku

Posted: March 8, 2013 in Putri Kecilku

Saya rasa sekarang ini para ibu sudah pada cerdas dan tidak mau kalah. Seolah kompetisi mencetak generasi yang super. Dalam segala hal, pegangan para ibu di rumah ada gadget dengan teknologi internet yang mumpuni. Sedikit-sedikit browsing. Sedikit-sedikit mbah google. Sehingga jangan kaget kalau sang bayi pun bayi ala-ala google.

Bahan Makanannya;

Hehe, MPASI pertama. 6 bulan meninggalkan tanggal kelahirannya. 25 Desember lalu tepat 180 harinya. Mungkin sedikit heboh bagi ibu muda seperti saya. Bingung apa ya menu perdana anakku. Hehe, mungkin ini bukan menu terbaik di dunia berdasar pemikiran para pakar dan ahli gizi serta ahli anak. Namun ini adalah menu terbaik sepengetahuan saya setelah mencari info sana-sini. Ya, akhirnya bubur beras merah tepung gasol menjadi pilihan saya. Mengapa beras merah? Konon katanya bagi bayi yang bermrigrasi dari ASI eksklusif menuju masa MPASI membutuhkan asupan gizi yang mengandung banyak zat besi. Awalnya mau beli online, tetapi ternyata di superindo ada.

Cara Pengolahannya;

Kalau teman saya begitu rajin, tinggal beli beras merahnya kemudian dijadikan tepung sendiri by mesin penggiling. Tetapi belajar dari pengalaman, sebaiknya memang beli beras merah organiknya saja lebih murah dan mungkin bagi para ibu yang terlalu berpaham MPASI rumahan, sampai beli tepungpun menjadi pantangan, bisa menggunakan alternatif blender untuk membentuk tepung dari beras merah organik. Belajar dari pengalaman juga, putriku tidak seberapa antusias dengan bentuk bubur. Jadi 2 bungkus tepung gasol mampu bertahan selama sebulan. Hanya dengan 1 sdm saja sudah mengembang banget menjadi bubur semangkuk, hehe.

Sebagai saran juga berdasarkan analisa selama sebulan pertama, beras merah organik gasol juga dapat dijadikan bubur langsung dengan memasaknya menggunakan air banyak. Seandainya bisa saya mengulang kembali bulan pertama MPASI putri saya, mungkin saya akan melakukan hal ini.

Tentu saja selama sebulan pertama ini tidak hanya bubur beras merah gasol, saya juga memvariasikan dengan beberapa jenis buah seperti PIR, pepaya, pisang, kentang, ketela, apukat.

Sendok Makannya;

Awal saya memberikan MPASI, ada satu kendala yang membuat saya sedikit khawatir karena realita kesuksesan MPASI pertama tidak seindah bayangan saya. Putriku yang sejak detik-detik menjelang MPASI sudah seperti manusia dewasa yang kelaparan, selalu mupeng ketika ada orang lain makan, selalu memakan apa yang dipegang, tidak selahap ketika dia sudah mengalami fase menerima makanan itu sendiri. Saya coba kaji tekstur bahan makanan, rasa dan juga waktu pemberiannya. Alhasil saya dapat menyimpulkan ternyata bentuk sendok makannya sangat berpengaruh. Belajar dari analisis saya tersebut sepertinya saya dapat mengambil kesimpulan bahwa sendok harus didesain khusus untuk bayi yang baru pertama belajar makan. Saya coba bongkar seluruh kado peralatan makan Bilqis. Alhamdulillah berhasil meski hanya menemukan sendok yang benar-benar tepat. Bentuknya gagang panjang agak melengkung, badan sendok kecil agak cekung ke dalam dan pas banget dengan mulut bayi.

Alhamdulillah berhasil;

Setelah mengulang kembali di hari-hari esok berikutnya, akhirnya saya menemukan pola makan yang sesuai untuk putriku. Saya ambil jam ketika dia sudah fresh, sudah cukup tidur, dan ketika sedang haus ASI serta ketika jam produksi ASI menurun. Waktu yang saya gunakan adalah pagi sekitar jam 9, dan siang hari untuk camilan dan buah, serta sore ketika sesudah mandi.

Kursi Makan (Optional)’;

Tahu sendiri kan betapa hebohnya OL Baby Shop yang menjual berbagai macam produk untuk bayi. Memang bayi ibaratnya mutiara di dalam rumah. Hadirnya begitu diistimewakan. Tetapi bagi saya dan suami, akhirnya kursi makan bayi tidak menjadi wajib untuk dibeli. Kami biasanya memberikan makan kepada putriku dengan beberapa cara. Mulai dari digendong, duduk dalam pangkuan kami, duduk dalam kereta dorongnya dengan mode duduk dan memasang meja tambahan kereta dorong, atau bahkan terkadang kami memberi makan diluar rumah sambil bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya di kompleks perumahan. Tidak masalah bagi kami, yang penting adalah bagaimana dia mau makan dengan semua kondisi yang membuat dia nyaman.

Memang, ada beberapa pendapat. Makan harus dibiasakan dikursi makan sejak dini, sesudah mandi, dengan kostum dan waktu yang teratur. Semuanya untuk membentuk mind set bayi agar terbiasa ketika besar nanti. Tetapi bagi saya itu semua adalah optional. Mind set bayi dapat ditata sambil jalan. Seiring dengan perkembangan usianya nanti akan kita tanamkan prinsip-prinsip dan kaidah makan yang bagus menurut agama kita. Namun sekarang untuk perkembangan dan pertumbuhan serta asupan gizinya, bagi saya yang paling penting adalah bagaimana dia dapat makan dengan kebutuhan gizi yang cukup.

Just Sharing;

Ini semua adalah murni dan hanya sharing saya berdasarkan apa yang saya alami. Pendapat saya sendiri jika ada yang baik semoga bermanfaat, jika ada yang kurang setuju mohon tidak dijadikan sebagai masalah. Semoga membantu…

Comments
  1. LeagueSoccer says:

    Selamat jadi ibu mbak ^_^

  2. tepung gasol says:

    Seruuu ya bun momen MPASI pertama…
    Pasti degdegan ngelihat ekspresi si kecil apakah mudah maem ato malah menolak maem…
    Tapi lucu banget ekspresi waktu nyicip MPASI pertama, sulu saya videoin ma misua…

    Untuk MPASI selalu berikan yang non instant, Tepung Gasol adalah MPASI Organik dan non instant asli Indonesia..karena kebanyakan mpasi organik import..;D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s